Archive for the ‘30 Hari Menulis Blog’ Category

antara betah, butuh, dan ……

(more…)

Advertisements


Jangan sampai dalam kehidupan kita perilaku kita tidak membaikkan rejeki kemudian menyalahkan nasib.

Tali rejeki berarti tali yang menghubungkan kita dengan tali pemIlik rejeki, yaitu Tuhan. Hal pertama yang harus dilakukan agar memperoleh rejeki adalah dengan meminta perhatian Tuhan. Tuhan itu mengetahui  meskipun kita tidak mengetahui keberadaan Dia  secara nyata Dia tetap memperhatikan kita. Harta pertama adalah iman, kemudian kesehatan, hati yang bening,  hati yang jernih, dan perilaku yang indah atau baik. Kalau kita meminta sesuatu dan belum diberi maka berarti kita belum pantas untuk diberi. Ada yang belum pantas dari diri kita sehingga sesuatu itu tidak diberikan kepada kita. Maka pantaskanlah diri kita terlebih dahulu jika kita menginginkan atau meminta sesuatu kepada Tuhan. (more…)

Banyak dari kita yang sewaktu kecil memiliki luka jiwa saat kecil, seperti dikasari oleh orang yang lebih dewasa, dinomor akhirkan dibandingkan dengan orang lain dibanding-bandingkan dengan orang lain, dikhianati janjinya, kekerasan fisik dan lain-lain sehingga saat dewasa mudah mengeluh, tidak menerima kekurangan, mudah curiga, menggagalkan rencana sebelum dimulainya rencana dan lain-lain. Banyak dari kita yang membutuhkan pemulihan jiwa dan menjadi pemulih bagi jiwa-jiwa yang terluka. (more…)

Kita bisa banyak bicara tentang perencanaan, motivasi, dan fokus; tentang memaksimalkan hari, serta mencapai cita-cita. Namun, semua itu tak akan ada gunanya apabila tidak ada alasan untuk maju, untuk berkonsentrasi, dan untuk mendisiplinkan diri. Untuk beberapa orang, impian dimulai dengan visi yang kuat. Namun jangan pernah pisahkan ia dari ilusi. Ilusi membuat mimpi menjadi lebih nyata dibandingkan visi yang hanya sekedar kata-kata yang terpatri kuat di dalam diri. Dunia pun telah mengaminkan bahwa orang-orang yang terlahir dengan nama besar melalui pencapaian karya-karya yang tercatat dalam tinta emas sejarah peradaban umat manusia memulai segalanya dengan ilusi yang ada dalam alam bawah sadarnya. Hanya dia dan Tuhan yang tahu secara riil. (more…)

Selama ini banyak orang yang sibuk. Ada yang sibuk melakukan sesuatu selama menunggu ada yang tidak melakukan apa-apa selama menunggu.

Orang yang sudah tahu hasil akhir tidak akan mengkhawatirkan sesuatu. Orang yang beriman tidak perlu takut dengan takdir selama kesibukan kita lurus dengan apa yang kita minta pada Tuhan. Untuk istiqomah yang kita perlu pelajari adalah bagaimana cara memperoleh istiqomah itu dalam diri sendiri. (more…)

“Loe dapet nilai apa coy?”X bertanya pada sohibnya yang dapet nilai A sedangkan sohibnya tersebut belajar sehari sebelum  ujian hanya dalam hitungan 4 jam untuk mata kuliah yang dianggap seantero FK sebagai mata kuliah yang nge-prof abis. Maksudnya, mata kuliah itu hanya bisa dilalui oleh mahasiswa bermental profesor yang kuat baca jurnal berjam-jam sekedar untuk mencari info sedetail-detailnya terkait topik mata kuliah tersebut. Si X pun merengut-rengut tak percaya dengan temannya tersebut. Penyakit iri, dengki, marah, kesal pun jadi satu dan akhirnya memutuskan untuk tidak belajar pada mata kuliah yang diujikan hari berikutnya karena terlanjur bad mood. Kegiatan organisasi pun ditinggalkan dan departemen yang di pegangnya pun pontang panting kehilangan salah satu staf. Itulah mengapa disebut sebagai malapetaka karena pada fenomena tersebut kebahagiaan di proyeksikan sebagai nilai A. Sehingga ketika proyeksi tersebut meleset maka hancurlah mental yang menjadi fundamental dalam kehidupan. (more…)

Young love adalah usia dari cinta. Cinta yang muda akan indah jika jatuh pada orang-orang yang dewasa. Kehidupan yang indah dibangun dengan cinta.  Maka cinta harus dibangun.

Satu-satunya masalah  wanita adalah tentang laki-laki. Masalah bagi wanita adalah laki-laki. Banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan konsepnya orang itu bukan pada orangnya. Berarti jatuh cinta itu melebih-lebihkan pendapat. Cinta itu kuat dan menguatkan orang. Tetapi ia cepat mati kalau ditelantarkan harapan baiknya kepada yang dicintanya. (more…)

Arjuna punya tiga sifat utama, yaitu memikat, sakti, dan ksatria.

Banyak diantara kita yang punya mimpi sebagai seseorang seperti Arjuna, yakni sakti, mengangumkan, dan ksatria, tapi tidak banyak dari kita yang mampu membangun kualitas pribadi yang kita impikan tersebut.

Kita hidup dalam mimpi kita seperti Arjuna namun kita tidak berusaha untuk hidup menjadi seperti yang kita bayangkan, maka mimpi kita berarti palsu, alias menjadi Arjuna palsu. (more…)