Refleksi Kehamilan dan Bersalin di Amerika Serikat (Bagian Pertama)

Posted: August 5, 2017 in Uncategorized

Sudah lama saya tidak menulis di blog. Bukan berarti tidak ingin, tapi lebih kepada kapasitas diri dalam membagi waktu rupanya masih belum maksimal. Hamil dan kuliah yang cukup padat terutama di bulan terakhir menjelang persalinan cukup menguras energi dan waktu. Namun, saya menyadari sepenuhnya bahwa mendokumentasikan peristiwa bersejarah ini adalah keharusan. Baik untuk saya maupun untuk buah hati kelak ketika ia sudah mampu membaca, meresapi, dan memaknai goresan sederhana bundanya.
Refleksi bagi saya ada sebuah poin penting dalam hidup. Ibarat titik dalam kehidupan, sesaat penting untuk menengok apa yang telah dilalui untuk mengambil hikmah yang selebihmya semoga dapat menjadi bagian dari manfaat untuk orang yang juga membaca blog sederhana ini. Saat berhenti di satu titik kehidupan dan melakukan refleksi, harapannya dapat menghirup energi baru untuk melanjutkan perjalanan ke titik berikutnya. Kita harus meyakini bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah. Maka refleksi dapat menghindarkan kita dari singgah di ketidaksempurnaan yang sama. Adapun orang lain bisa jadi juga terhindar dari melakukan ketidaksempurnaan yang kita lakukan jika peristiwa yang sama menyapa. Ada baiknya memang belajar dari orang lain daripada harus mengalami. Pun, meski pasti selalu ada hikmah dan jalan terbaik dari setiap peristiwa.
Pengantar yang panjang di atas akan mengawali tulisan dengan judul yang sama. Namun akan ada dibagi dalam beberapa artikel.
Perjalanan kehamilan dan persalinan saya di Amerika Serikat sebagai pendatang sekaligus mahasiswa S3 mungkin bukan sesuatu yang pertama di dunia. Tapi saya berharap semoga tulisan ini dapat menjadi penguat dan bahan bakar kebaikan untuk kawan-kawan, khususnya kawan-kawan wanita yang akan melanjutkan studi lanjut di luar negeri dalam keadaan hamil. Terlebih lagi dengan ketidakhadiran suami yang bisa menemani dan membantu pekerjaan rumah utamanya. Menjadi tantangan fisik tersendiri dalam melaksanakan beberapa pekerjaan rumah saat kondisi kandungan memasuki trimester ketiga. Dalam kasus saya, suami juga sedang studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia sehingga saya harus berjuang sendiri sementara disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s