Pentingnya Konsumsi Vitamin D Saat Musim Dingin

Posted: February 27, 2017 in Nutrition and Health
Tags: , , , , , ,

47b96-the-importance-of-vitamin-dSalah satu zat gizi yang penting bagi tubuh adalah vitamin D. Fungsi khusus dari vitamin D di tubuh adalah untuk kesehatan tulang dan fungsi sistem kekebalan atau proteksi tubuh dari kanker. Seperti yang diketahui secara umum bahwa salah satu metode yang digunakan tubuh untuk bisa mengolah vitamin D yang telah dikonsumsi adalah dengan adanya pancaran sinar matahari ke tubuh. Di musim dingin, tubuh kita tidak setiap hari terpapar oleh sinar matahari. Akibatnya 42% populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami penurunan tingkat vitamin D sehingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan antara lain, kelemahan pada otot, penurunan kepadatan tulang, dan peningkatan resiko fraktur atau kerapuhan pada tulang. Pada anak-anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit rickets, yaitu tulang menjadi lunak. Selain itu, beberapa studi menunjukkan keterkaitan antara kekurangan vitamin D dengan beberapa penyakit, yaitu kanker, diabetes mellitus atau kencing manis, hipertensi atau tekanan darah tinggi, multiple sclerosis (kerusakan pada selubung sel saraf otak dan sumsum tulang belakang), dan gangguang tiroid.

Vitamin D adalah golongan vitamin yang larut dalam lemak layaknya hormon di tubuh kita. Beberapa bahan makanan yang merupakan sumber vitamin D memiliki 2 macam bentuk antara lain:

  1. Vitamin D2 yang terdapat di dalam jamur.
  2. Vitamin D3 yang terdapat di minyak ikan, minyak hati ikan, ikan salmon, susu dan produk susu, dan kuning telur.

Vitamin D3 memiliki kekuatan 2x lebih besar dibandingkan vitamin D2 dalam meningkatkan level vitamin D di dalam tubuh. Pembentukan vitamin D dalam tubuh dapat terjadi melalui paparan sinar UV yang berasal dari matahari. Kelebihan vitamin D di dalam tubuh dapat disimpan untuk digunakan saat level vitamin D di dalam tubuh menurun.

vitamind550Jumlah vitamin D yang direkomendasikan oleh Institute of Medicine di Amerika Serikat adalah 400-800 IU atau 10-20 mikrogram per hari. Kebutuhannya dapat meningkat seiring dengan kurangnya paparan sinar matahari, obesitas atau kegemukan, dan wanita yang telah menopause (tidak mengalami haid). Oleh karena itu, beberapa negara telah menambahkan vitamin D pada beberapa makanan seperti susu dan sereal. Orang yang lanjut usia atau manula dan orang kulit hitam memproduksi vitamin D yang lebih sedikit melalui kulitnya. Paparan terhadap sinar matahari 5-30 menit antara jam 10 pagi hingga jam 3 siang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sehari pada orang-orang dengan kulit cerah. Konsumsi suplemen vitamin D3 sebanyak 1000-4000 IU hanya dianjurkan pada orang-orang yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari yang rendah dalam waktu lama. Konsumsi makanan sumber vitamin D3 jauh lebih dianjurkan daripada mengkonsumsi suplemen untuk menghindari overdosis atau kelebihan konsumsi vitamin tersebut.

Semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan. Mari terus hidup sehat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s