Ramadhan dan Idul Fitri Pertama di Amerika Serikat

Posted: July 19, 2015 in Journey of My Life
Islamic Center

Islamic Center

“Dimanapun kita berada, selama Allah bersama kita, dan kita berjalan di jalan Allah, pasti akan ada selalu jalan untuk terus dalam kebaikan.” Itulah yang terpatri dalam benakku, saat pertama kali memperoleh Letter of Acceptance di Saint Louis University. Perlu diketahui, SLU adalah kampus katolik kedua terbesar di Amerika Serikat setelah Cornell University (Jesuit University). Namun ternyata, siapa sangka, di dalam kampusnya berdiri Islamic Center (3843 West Pine Boulevard) termasuk di dalamnya  terrdapat masjid Billal, APPNA Clinic for health care, dan sekolah islam (dulu sebelum dipindah ke masjid Darussalam, West County).

Pertama kali menginjakkan kaki di Islamic Center adalah ketika Idul Adha. Saat itu, aku belum merasakan apa-apa selain suasananya yang mirip dengan suasana Masjid Nabawi. Melemparkanku pada masa dimana aku menjalani salah satu rangkaian ibadah haji dan umroh 2011 silam. Wangi parfum dan corak karpetnya yang senada dengan Masjid Nabawi di Madinah.

Untuk pertama kalinya aku menginjakkan bulan suci Ramadhan di Amerika Serikat, tempat yang sebagian orang punya opini miring terhadap agama islam. Namun, siapa sangka, 11 bulan aku hidup disini yang kurasakan justru sebaliknya. Sama sekali tak kurasakan adanya penindasan sebaagai seorang muslim baik kegiatan perkuliahan maupun keagamaan. Justru disinilah aku merasakan benar-benar keindahan islam. Perasaan yang belum penah kurasakan sebelumnya ketika di Indonesia.

Kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadhan disini dikondisikan fokus. Meski banyak tugas mengantri karena aku sedang menjalani 2 kelas yang wajib diambil summer ini. Alhamdulillah Ramadhan ini tetap bisa mencapai target-target yang telah ditetapkan. Meski jam tidur harus terballik karena sholat tarawih di sini dimulai pukul 10.15 dan selesai 12.15. Disini setiap hari menyelesaikan 1 juz Al-Quran, itulah sebabnya butuh 2 jam untuk menyelesaikannya dalam 8 rakaat sholat tarawih. Di 10 hari terakhir bahkan ditambah dengan adanya sholat tahajud yang dimulai pukull 2.15 pagi. Sehingga hanya berjarak 2 jam setelah sholat tarawih selesai. Sholat Witir dilaksanakan 2x sehingga jamaah dapat memilih apakah ingin melaksanakannya saat setelah sholat tarawih atau Sholat Tahajud. Saat rakaat terakhir setelah rukuk di Sholat Witir, biasanya imam memimpin doa qunud dan doa-doa panjang lainnya. Ketika 10 hari terakhir ditambah 1/3 malam terakhir merupakan waktu yang sangat mustajab dalam berdoa. Hampir tidak ada jama’ah yang tidak meneteskan air mata.

Takjil

Takjil

Faktor lain adalah makanan yang tersedia sehingga membuat kita fokus untuk beribadah. Selama sebulan saya tidak perlu memikirkan untuk belanja, memasak, dan mempersiapkan makanan. Hanya hari-hari awal saja harus mempersiapkan sahur. Selebihnya, sahur dan buka puasa disiapkan oleh panitia Ramadhan. Buka puasa biasanya diawali dengan kurma, air putih, samosa (kue gorengan khas Pakistan),  buah-buahan (paling sering semangka karena lagi musim, hehe), dan aneka jus (jus apel, jus jeruk, jus mangga, dll). Kemudian sholat maghrib dan dilanjutkan dengan makan besar. Setiap hari kami menikmati menu makan ala Pakistan. Alhamdulillah….

Main Menu

Di hari ke-29 rasa syukur tak bisa aku bendung. Kenikmatan yang Allah berikan padaku selama bulan Ramadhan di Amerika Serikat belum pernah aku rasakan sebelumnya di Indonesia. Apalagi imam yang mengimami  setiap sholat adalah seorang hafidz. Perasaan yang tidak bisa dilukiskan hanya dengan kumpulan huruf-huruf. Semoga Allah jaga rasa ini meski Ramadhan telah lewat.Saya ucapka terima kasih sebesar-besarnya teruntuk keluarga, teman-teman, dan orang lain yang telah mendoakan kebaikan dan keistiqomahan saya untuk tetepa berusaha beribadah dengan baik selama saya berada di Amerika Serikat. Semoga saya bisa terus berada di jalan islam dan belajar memperbaiki diri. Selain itu, aku juga memperoleh “mama” baru di sini. Beberapa ibu yang sangat menyayangiku seperi ibu kandungku. Rasa kekeluargaan yang telath terbangun karena kebersamaan kami selama hampir sebulan di dalam satu gedung. Hampir 12 jam kami bersama setiap hari terutama di 10 hari terakhir. Kami bertukaran no telepon genggam. Seminggu sekali di hari Jumat selepas sholat Ashar insya Allah kami akan bertemu di pengajian yang diisi oleh seorang ustadzah dari Bosnia untuk menjaga ‘Ramadhan’ kami agar tetap teraplikasi dalam keseharian di 11 bulan ke depan.

Akhirnya, Idul Fitri pertama kusambut dengan rasa bahagia dan syukur. Meski ada rasa kesepian juga di hari pertama. Namun, alhamdulillah hari kedua Idul Fitri aku memperoleh undangan open house dari salah satu keluarga Indonesia. Sebenarnya beberapa dari mereka yang hadir ada pula yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Namun, kebersamaan membuat perbedaan tersebut memudar. Kami sekarang adalah satu keluarga besar di Saint Louis. Terima kasih ya Allah.. Tak pernah terbayangkan olehku dapat bertemu banyak orang muslim dan orang-orang Indonesia disini. Alhamdulillah ya Allah…Nikmat ini adalah nikmat yang tak mungkin aku dustakan…Kini kubuktikan bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan sekalipun kita tidak memintanya.

lebaran 2

Comments
  1. Unknown says:

    Alhamdulillah..🙂

  2. Ifah Latifah says:

    Assalamualaikum mba.. saya Ifah salam kenal ya… rencana saya sekeluarga akhir tahun ini berangkat ke st. Louis. Kebetulan suami keterima postdoc di wustl. Namun kami agak kesusahan mencari informasi mengenai kehidupan disana. Beruntungnya bisa menemukan blog nya mba… kalau ada kontak yg bisa saya hubungi lebih intens saya sangat berterimakasih sekali mba. Posisi kami sekarang di Bonn, jerman.

    Salam

  3. ummuditya says:

    Maaf baru baca mbak Ifah. Alhamdulillah sudah bisa terhubung ya. Semoga nyaman dan betah di Saint Louis ya. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s