Belajar Peduli

Posted: May 13, 2015 in Life Motivation
Tags:

manfaatPernahkan kita merenungkan mengapa kita ada di dunia ini? Kesimpulan dari pemikiran para filsuf dan orang-orang bijak adalah kita ada di dunia ini untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain dan lingkungan. Seperti kata Albert Schweitzer, “Tujuan hidup seseorang adalah untuk melayani, dan menunjukkan belas kasihan dan keinginan untuk menolong orang lain dan lingkungan.” Good people bring out the good in others.

Salah satu hal yang perlu dipupuk sejak kita kecil ada sikap kepedulian kita terhadap lingkungan di sekitar. Sikap ini tidak serta merta hadir dalam benak kita. Perlu ditanam, dipupuk, dan dirawat. Sebesar apapun masalah yang ada di lingkungan kita, masalah tersebut tidak akan mengusik kita jika kita masih kokoh dengan balutan kenyamanan hidup serta menutup mata dan telinga atas ketidakberesan yang terjadi di sekeliling kita. Namun sebaliknya, senyaman apapun kehidupan kita jika rasa kepedulian kita tajam terasah maka dengan mudah kita akan mendeteksi masalah yang terjadi di sekeliling kita.

fotoBelajar dari orang-orang yang namanya telah mendunia, merek dilahirkan bukan dari kenyamanan hidup yang mereka nikmati. Mereka bukan tidak bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan limpahkan kepada mereka. Namun mereka mencoba untuk membagi anugerah yang mereka miliki dengan sedikit kepedulian kepada sesama. Mereka mungkin tidak semua berasal dari keluarga yang kaya raya, namun dengan kepedulian mereka, mereka menyengatkan semangat peduli ke orang-orang di sekitar mereka sehingga terciptalah arus perubahan untuk saling memberi manfaat. Perasaan puas karena telah menjadi orang yang berguna bagi orang lain seperti yang dikatakan Mahatma Gandhi, “Kebahagiaan tergantung pada apa yang kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh” inilah yang akan kita peroleh setelah sikap peduli kita kongkritkan dalam bentuk sebuah kegiatan yang bermanfaat untuk sesama dan juga lingkungan. Perasaan inilah yang disebut dengan aktualisasi diri (self actualization). Suatu kebutuhan manusia yang menurut Abraham Maslow berada pada tingkat tertinggi. Kebutuhan untuk menunjukkan pada diri sendiri bahwa “Saya mampu menyumbangkan sesuatu bagi orang lain dan lingkungan.”

Diversity tree hands pattern

Diversity tree hands pattern

Saat ini bukan lagi zamannya kompetisi namun kolaborasi. Berbagai komunitas di masyarakat tumbuh dengan suburnya sejak era reformasi dimana kebebasan beraktivitas secara berjamaah mulai memasuki momentumnya. Itu adalah bukti bahwa semangat gotong royong diinisiasi oleh rasa peduli kepada lingkungan sekitar masih bisa terus digulirkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Jiwa-jiwa yang terusik tersebut kemudian melakukan refleksi yang melahirkan pertanyaan kepada diri sendiri, apa yang bisa saya perbuat dengan kemampuan yang saat ini saya miliki. Setelah itu, dengan internet yang saat ini dapat diakses melalui telepon genggam, hanya dalam beberapa menit, rasa kepedulian dapat disalurkan melalui komunitas-komunitas yang saat ini memiliki variasi yang cukup lebar. Melalui komunitas tersebut, seseorang dapat mempertajam dan menjaga rasa peduli mereka kepada lingkungan. Rasa senasib dan sepenanggungan juga bisa menjadi lantai dan pilar yang kokoh dibangun dalam sebuah komunitas.

Jadi kawan-kawan blogger, buat yang hingga kini masih merasa sendiri, ingin belajar, dan lebih mempertajam rasa peduli terhadap lingkungan, bergabunglah dengan komunitas yang ada di sekitarmu. Rasa peduli tidak hanya dapat dimanifestasikan dalam bentuk materi, tapi juga kemampuan (hard skill maupun soft skill), waktu, tenaga, darah, dan lain-lain.  Cari tau dengan jarimu =). Selamat mengasah rasa peduli dan menebar manfaat!

 Kota Ice Cream, 13 Mei 2015

Comments
  1. Unknown says:

    Terima kasih tulisannya Mbak Ummu, tulisannya ringan dibaca dan penuh inspirasi. Semoga 9 dari 10 orang dari teman-teman kita memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang disekitar kita. Aamiin.. aamiin.. aamiin.. ya Rabbal Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s