Wukuf di Arafah #19

Posted: November 2, 2013 in Perjalanan Haji 2011
Tags: , , , , , ,

Hari ini adalah Hari Arafah. Hari yang telah dinanti-nantikan khususnya oleh seluruh jama’ah haji. Ada yang mungkin menunggu hingga berpuluh-puluh tahun untuk bisa menjadi tamu Allah dan menikmati jamuanNya di Arafah pada hari ini. Hari ini diawali oleh pengarahan mengenai teknis puncak ibadah wukuf, yaitu setelah sholah dhuhur. Setelah itu kami menunaikan sholat dhuha, sarapan pagi, dan beristirahat sambil tetap berdizikir atau tilawah Al-Quran. Waktu wukuf bermula dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari.

Siang itu, setelah sholat dhuhur dan dijamak dengan sholat Ashar, itighozah dimulai. Dipimpin oleh seorang ustadz yang telah ditugaskan dari Kementerian Agama. Jangan tanya apakah jama’ah meangis atau tidak. Jelas semua menangis, mengingat betapa kecilnya kita dan ini adalah simulasi di Padang Mahsyar kelak. Disana, kelak setelah kiamat kita semua akan dibangunkan dan berbentuk macam rupa sesuai dengan amal ibadahnya di dunia. Ada yang bahkan berkepala binatang, naudzbuillah, summa naudzubillahi min dzalik. Semua orang yang berkumpul siang hari ini di Padang Arafah berdoa sebanyak-banyaknya. Waktu ini adalah waktu dimana semua doa diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT karena Allah SWT  turun dari langit ketujuh bersama para malaikat untuk mengaimini dan mengabulkan doa-doa umat manusia yang siang itu berdoa. Sebaikny tetap berada di kemah dan menjauhkan diri dari sengamatan matahari/panas. Dehidrasi bisa berbahaya bagi kesehatan. Bisa sampai hilang kesadaran.

Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Maksudnya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu Allah berbangga dengan mereka (menunjukkan keutamaan) kepada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” [HR. Muslim no. 1348].

CIMG1623Setelah Ashar, kami mulai bersiap-siap untuk naik bus menuju Mudzalifah untuk mengambil kerikil. Sore itu, kami kami melakukan taraddudi. Traddudi adalah jama’ah diangkut dengan menggunakan bus dari Arafah ke Mina, namun diturunkan terlebih dahulu di Mudzalifah, kemudian lepas tengah malam, jama’ah haji akan diangkut kembali dengan bus menuju Mina. Kami menunggu cukup lama karena memang harus gantian. Saat ini, bus yang digunakan tidak lagi dikhususkan untuk satu rombongan satu bus sehingga kami harus bersabar karena ada yang harus duduk dan ada yang harus berdiri. Bapak-bapak biasanya mengalah untuk berdiri, sedangkan ibu-ibu yang akan duduk di bus. Saat memakai baju ihrom kita harus menjaga diri dari emosi, marah, dan sebagainya, karena kalau kita tidak bisa mengendalikan diri, maka harus membayar DAM atau denda, jika tidak, hajinya batal atau tidak sah.

CIMG1636Setelah sampai di Mudzalifah pun sungguh menguji kesabaran. Yah karena tadi itu, jumlahnya yang banyak dan dari berbagai penjuru dunia membuat keramaian yang luar biasa. Semua orang mencari kerikil. Setiap kali melempar harus melempar ketiga jumroh, yaitu  Ula, Wustha, dan Aqobah. Lemparan yang pertama hanya jumroh Aqobah. Setiap melempar ke masing-masing jumroh membutuhkan 7 kerikil. Sehingga dibutuhkan 70 kerikil (7+21×3=70). Jangan sekali-kali membawa kerikil yang ada di Mudzalifah karena kerikil yang ada di sana adalah kerikil dari neraka yang dibawa oleh burung ababil saat perang gajah. Perang tersebut ditulis oleh Allah SWT dalam Quran Surat Al-Fiil. Tahun lalu dari KBIH ada salah satu jama’ah yang membawa pulang dan menjadikannya sebagai jimat. Oleh Allah, orang tersebut dicabut akal sehatnya menjadi tidak waras. Akhirnya saat KBIH ada kunjungan umroh, kerikil tersebut dikembalikan ke Mudzalifah dan orang tersebut sehat kembali.



Jam 21.00 – 23.00 kami tidur. Beratapkan langit, malam itu aku benar-benar merasakan lelah luar biasa. Betapa ibadah ini membutuhkan fisik yang tangguh. Sambil menatap langit aku membayangkan, aku saja yang berumur 23 tahun lelah demikian hebat, apalagi eyang putri dan eyang kakung… -___- Subhanallah, Allah Maha Kuat yang menguatkan mereka…

CIMG1631

Setelah terlelap kurang lebih 2 jam, kami dibangunkan untuk bersiap-siap. Lepas tengah malam atau pukul 00.00 kami akan dibawa ke Mina. Setelah itu, kami sampai di kemah. Kemah di Mina berbeda dengan kemah yang ada di Arafah. Kemah di Mina adalah kemah permanen. Ada AC dan lampu yang terang. Selain itu, terdapat sumber listrik atau stop kontak yang cukup banyak sehingga kita bisa minimal nge-charge HP atau memasak air untuk membuat minuman atau mie instan (karena aktivitas lempar jumroh biasanya dilakukan tengah malam, sebaiknya makan mie instan atau sejenis energen/malt agar tidak lapar dan sakit).   Bersambung….

Sebaik-baik doa ialah doa yang dibaca pada hari Arafah dan sebaik-baik ucapan yang aku ucapkan serta nabi-nabi sebelumku ialah:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .
“Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya kepujian dan Dia berkuasa ke atas setiap sesuatu”. [HR. Tirmizi no. 3585].”
Mina, 6 November 2011
======================================================================
Source :
1. Gambar 1 : syedzai.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s