Sholat Malam Pertama di Masjidil Haram #14

Posted: November 1, 2013 in Perjalanan Haji 2011
Tags: , , , ,

CIMG1520Hari ini kami berencana sholat malam di Masjidil Haram. Masjid yang jika kita sholat di dalamnya punya kelipatan pahala 100.000 kali lipat diantara majid-masjid lain di seluruh dunia. Subhanallah, betapa bergetar hati ini saat pertama kali menginjakkan kaki di sana untuk sholat malam. Rasanya aku tak bisa menggambarkan betapa deras air mata kesyukuran yang aku tumpahkan malam itu. Engkau sambut diriku di masjid yang mulia ini di umur yang begitu belia. Betapa besar nikmat yang Engkau curahkan kepadaku yang mungkin belum bisa aku tunjukkan rasa syukur itu dengan sempurna.

CIMG1539Pagi itu sejak pukul 00.30 aku sudah terbangun untuk bersiap. Perjalanan membutuhkan waktu 30 menit. Sebenarnya jarak antara maktab (asrama tinggal selama di Kota Mekkah) tidak jauh, apalagi ditempuh dengan bus yang telah disediakan oleh pemerintah Indonesia. Hanya saja, bus menunggu sedikit penuh agar tidak bolak balik, jadi kami harus sedikit bersabar. Setelah sampai di terminal center (tempat dimana bus dari seluruh dunia berkumpul)  kami pun berganti bus putih yang merupakan satu-satunya bus yang boleh menginjak terminal Masjidil Haram. Di bus tersebut kita duduk dengan jama’ah-jama’ah lain dari berbagai belahan dunia yang juga akan berangkat menuju Masjidil Haram.

CIMG1528Sampailah kami di terminal bus Majidil Haram. Berada di bawah tanah dan kami masih harus berjalan kaka sekitar 400-500 m kemudian menaiki tangga atau eskalator Masjidil Haram. Setelah masuk melalui pintu 1 (jangan lupa berdoa ketika memasuki pintu ini, usahakan hafalkan doanya–> lama-lama juga hafal kok,hehe😀 ) kami melihat suasana yang begitu mengharukan. Betapa tidak terharu, ini sebenarnya jam tidur manusia, tapi Masjidil Haram seolah tidak pernah tidur oleh aktivitas jama’ah, entah tawaf, sholat malam, tilawah Al-Quran atau sekedar tafakur(berdiam diri sambil berdizikir). Bahkan suara isak tangis yang begitu terasa dan terdengar jelas. Kontras dengan suasana saat di siang hari.  Barangsiapa yang tidak terenyuh hatinya malam ini, mungkin perlu check up kesehatan hati. Sahut menyahut isak haru dari jama’ah sangat menggetarkan hati, menciptakan suasana yang membuat kita malu. Malu karena dosa-dosa yang mungkin tidak pernah kita sadari. Malu karena merasa mulia di sisi Allah, padahal hanya seperti butiran debu diantara padang pasir manusia di muka bumi.

Biasanya akan ada adzan sekitar 1/3 malam terakhir. Namun, itu bukan penanda adzan untuk sholat shubuh. Adzan sholat shubuh akan dikumandangkan sekitar 30 menit kemudian. Jangan ditanya apakah masjid penuh saat sholat shubuh. Bahkan halaman pelataran Masjidil Haram saja tidak mampu menampung kegiatan sholat sehingga jalan-jalan atau trotoar di sekitar masjid pun bisa digunakan untuk sholat karena ada petugas kebersihan yang memang disediakan untuk membersihkan daerah tersebut. Speaker Masjidil Haram ditaruh di sekitar pelataran masjid sehingga jama’ah yang tidak bisa sholat di dalam masjid tetap bisa khusyuk sholat dan mendengarkan imam dalam memimpin sholat.

Malam ini, hanya satu yang ingin kucapkan banyak-banyak kepada Allah. Aku ingin bersyukur. Aku ingin berterima kasih semampu yang aku bisa kepada Allah Azza Wa Jalla. Terima kasih ya Allah…Terima kasih sudah mengundangku kesini di umurku yang ke-23… Semoga ini bukan panggilan yang terakhir bagiku..Mampukan aku untuk kembali kesini dengan rasa syukur ini kelak bersama pendamping dan keturunan-keturunanku..Amin ya rabbal alamin…

Masjidil Haram, 2 November 2011

=============================================================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s