Keberanian dan Kagumku pada Seorang Ibu #15

Posted: November 1, 2013 in Perjalanan Haji 2011
Tags: , , , , ,

Hari ini saya dan mama mencoba untuk berangkat sendiri secara mandiri ke Masjidil Haram. Biasanya kami berangkat bersama regu. Jadi,satu regu dalam jama’ah haji berisi 12 anggota calon haji.  Dikepalai oleh seorang KaRu (Kepala Regu). Satu tingkat yang lebih besar diatas regu adalah rombongan. Satu rombongan berisi 45-50 jama’ah haji. Sebuah rombongan akan dikepalai oleh KaRom (Kepala Rombongan). Satu rombongan biasanya selalu akan satu bus, bersama-sama dalam menjalankan aktivitas besar yang membutuhkan perpindahan dari satu tempat ke tempat berikutnya.

CIMG1435Saat di bus, kami bertemu oleh seorang jama’ah haji yang cukup menarik perhatian saya untuk membuka pembicaraan. Seorang ibu yang berusia sekitar 45 tahun. Pembicaraan diawali dengan pertanyaan standar🙂 “sudah berpa hari di Mekah, bu?”, “sudah 13 hari nak, alhamdulillah…”. Ternyata ibu ini sudah lebih lama dari saya, pertanyaan berikutnya pasti tentang hal-hal “menakjubkan” yang tidak akan semua orang alami.  “Wah, sudah bolak balik thawaf dan umroh dong bu..”.  Pertanyaan seperti ini biasanya akan memancing seorang jama’ah untuk bercerita tentang pengalaman-pengalaman menarik saat dekat dengan baitullah dan juga umroh.  “Saya hampir setiap hari thawaf dan alhamdulillah sudah bisa berdoa di Multazam (salah satu tempat yang doanya tidak akan tertolak) dan mencium hajar aswad, nak..”. Subhanallah…luar biasa keistiqomahan beliau untuk thawaf setiap hari, pantaslah jika Allah  menghadiahkan beliau untuk bisa mencium satu-satunya batu surga yang Allah turunkan di dunia. “Ibu berangkat selalu pagi seperti ini dan sendiri?”, “Iya nak, saya berangkat jam 2.00 pagi kemudian kembali ke maktab jam 10.00 dan kembali lagi waktu dhuhur. Pulang setelah sholat Isya”. Subhanallah…tak henti-hentinya aku berdecak kagum. Ibu ini sendiri. Dengan bekal keimannya pada Allah akan keselamatan, beliau jalan di pagi buta sendiri, naik bus, dan pulang malam setelah sholat Isya.

Hal yang paling kukagumi dari ibu tersebut adalah konsistensi dan keberaniannya. Betapa dua hal yang tidak semua orang dianugerahi hal tersebut. Banyak sekali cerita kalau jama’ah yang berjalan sendiri, terutama wanita, diculik. Bahkan saat awal-awal aku menginjakkan kaki disini, aku diminta pakai masker (karena masih muda dan good looking –> maaf buka  bermaksud apa-apa dg dua kata tersebut). Aku sungguh malu. Betapa Allah ingin menguatkanku dengan sapaan hikmahNya. Ia tunjukkan bahwa tidak ada yang perlu aku takuti selama aku mengimani bahwa Allah Maha Penyayang yang akan menjaga kita dari hal-hal yang akan menyakiti kita. Ya, Allah sungguh Maha Penyayang yang menguatkanku saat itu, sehingga pada akhirnya aku berani untuk thawaf sunat sendiri tanpa mama (demi menjaga kesehatan mama, mama diminta oleh dokter melakukan aktivitas fisik terbatassampai puncak ibadah haji atau wukuf). Pada akhirnya, menghadirkan keajaiban-keajaiban dan pelajaran padaku. (Akan ada ceritanya pada posting2 berikutnya, nantikan episode berikutnya😀 ).

Satu hal lagi, terkait dengan sholat lima waktu di Masjidil Haram, usahakan sebanyak mungkin. Kalau saat di Kota Madinah, kita memang dikondisikan untuk bisa sholat 5 waktu di Masjid Nabawi untuk mengejar Ibadah Arbain (penjelasannya ada di postig lama) sehingga hotel tempat menginap hanya beberapa langkah dari Masjid Nabawi. Namun, kontras saat di Kota Mekah kita memang harus lebih berjuang untuk bisa mencapai Masjidil Haram (ya jelas aja, pahalanya aja lebih gede, tapi ya jangan perhitungan gitu juga alasannya.. .:D ).

Begitulah, ketika kita berusaha untuk mendekat pada Allah dengan berjalan, Allah akan mendekat pada kita dengan berlari.. Allah tidak akan pernah ingkar, siapa yang percaya padanya, Allah akan hadiahkan kepercayaan kepadaNya dengan berbagai rahmat, yang tidak akan kita bisa hitung secara rumus matematika. Tetaplah percaya padaNya…

“Jagalah Allah, Dia pasti menjagamu. Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu.” (HR Tirmidzi)

Masjidil Haram, 31 Oktober 2011

======================================================================

Comments
  1. Akhirnyaaa.. bisa posting dan membaca tulisan ummu lg..
    Gt dong..
    Berbagi hikmah itu lebih utama drpd berbagi cinta.. cinta kerjaan alias sibuk mulu..

    Hehe..

    • ummuditya says:

      Alhamdulillah, I get almost my normal activities again after finish my preparation to continue master study.. (even not finish yet at all.. half of those lah…=D )

      • Wuikk..
        Nguomong uinggris ‘uon..
        Suangar..

        Alhamdulillah..
        Actually, it is harder when you haven’t finished yet..
        But you can do..

        Semangat ummu..

      • ummuditya says:

        Hehehe, we have to make it as an ability to encourage our skill. I just have to wait kok Mas. The announcement will be hold on Desember, Insya Allah… praying for me ya…Get the best result…hehehe… Thanks very much for everything..=D

  2. EmHa says:

    Doakan kami yang belum diberikan kesempatan agar bisa pergi kesana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s