Kenangan Luar Biasa pada Hari Terakhir di Madinah #10

Posted: July 2, 2012 in Perjalanan Haji 2011


CIMG1376Hari ini hari terkahir di kota Madinah. Nanti malam berarti akhir dari perjuangan sholat Arba’in. Sholat Arba’in adalah sholat selama 40 kali tanpa putus di Masjid Nabawi secara berjamaah. Tahukah kawan, hari ini aku memperoleh banyak kenangan manis di sini.

Tapi sebelumnya saya ingin cerita bahwa ini hari terakhir dan kami pamit ke Rawdoh alias ziarah pamit ke Rasulullah SAW. Ketika sampai di sana, saya tidak melihat adanya kelompok Melayu, yang ada hanya ras Afrika dan Eropa. Saat mau mendekati karpet hijau, tidak seperti ziarah sebelum-sebelumnya dimana saya bersama dengan kelompok Melayu, saya sangat tidak bisa bergerak.  Jangankan untuk berhenti dan sholat, saya ihanya berdoa sambil berdiri. Berdoa pun sambil berjalan keluar dari kerumumnan. Rasanya seperti di konser-konser musik -_- (padahal ngga pernah konser musik).

Setelah itu, waktunya mencari sarapan karena makan pagi tidak disediakan lagi oleh Kemenang RI. Setelah mencari-cari, akhirnya kami menemukan tempat makan yang enak (masakan Indonesia) dan tempat tersebut cozy. Apalagi di pagi yang dingin, sangat enak untuk makan makanan yang hangat. Akhirnya kami memutuskan untuk makan bakso. 1 mangkok harganya 6SR (Rp 15.000). Walaupun bakso nya hanya 2 biji, tapi baksonya asli bakso sapi, kualitas super dan saos serta kecap yang dipakai di import dari Indonesia. Jadi rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia.

CIMG1369Saat sebelum ashar, di Gate 19 A, Banyak pengemis yang ada di depan masjid meminta uang. Rata-rata dari mereka tangannya dipotong, entah dipotong satu ataupun dua-duanya. Mama menyuruhku untuk memberi uanng sebanyak sekian SR. Tahukah kalian, Allah benar-benar sedang menunjukkan bahwa di sini, segalanya akan di bayar secara tunai. Setelah sholat Ashar, seorang wanita muda paruh baya tiba-tiba duduk di sampingku. Saat aku mngeluarkan buku diary dan mulai menulis tiba-tiba dia bertanya padaku “Can you speak English?” aku menjawab ” Yes, I can”. Mulailah kami mengobrol. Dia berasal dari Iran. Seorang dosen Bahasa Inggris di Azad University of  Qom.  Dia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak, putra dan putri. Dia sangat bahagia saat bercerita tentang anak-anaknya (so sweet…). Dia mulai bertanya kepadaku tentang emansipasi wanita di Indonesia, kemudian tentang kondisi politik di Timur Tengah dan Iran khususnya. By the way, dia sudah pernah menginjakkan kaki di beberapa negara, Irak, Albania, Turki, dan lain-lain. Dia tidak bisa ke daerah western seperti Amerika sebab Iran memiliki hubungan diplomatik yang buruk dengan negara barat khusunya Amerika.  Akhirnya di akhir obrolan saya di beri sebuah tasbih berwarna pink =). Beberapa saat kemudian dia ditelpon temannya dan harus pergi =;( padahal saya senang sekali bertemu dan ngobrol dengannya. Sebelum pergi saya memberinya kartu nama (saya hanya membawa sedikit saat berangkat haji -_-). Sebelum dia pergi dia juga memberikan saya alamat rumah, no telpon, dan email.

CIMG1372Setelah teman cantik saya itu pergi, datang 2 orang eyang dari Turki. Dua orang eyang tersebut ramah sekali. Beliau bilang kaki nya sakit (mungkin karena kebanyakan jalan). Akhirnya saya menawarkan analgesic cream yang saya punya (sejenis counterpain). Setelah itu beliau meminta saya menuliskan merk cream tersebut.  Akhirnya saya tuliskan nama generik dari cream tersebut dalam secarik kertas. Setelah itu, eyang tersebut senang sekali dan memberi saya sebungkus kacang campur. Di dalamnya berisi kismis, kacang almond, gula2, dan rasanya lumayan enak ^_^. Beberapa  menit kemudian datang seorang eyang yang merupakan kawan eyang tersebut. Beberapa menit setelah mereka ngobrol-ngobrol, saya diberikan selembar jilbab made in Turkey. ^_^. Beberapa menit kemudian datang lagi seorang wanita dengan anaknya yang cantik sekali (sayang sekali dia hanya bisa bahasa Arab dan tidak bisa berbahasa Inggris). Kemudian datang pula seorang ibu-ibu yang memberi saya permen dan kurma. Luar biasa berkah sekali hari terakhir ini.

Saya sangat bersyukur bahwa, sekecil apapun uang yang kita berikan untuk orang-orang yang tidak mampu akan di balas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat. Saya juga beryukur karena Allah memberikan saya kekuatan, kesehatan, untuk bisa istiqomah melakukan 40 kali sholat wajib secara berjamaah di Masjid Nabawi tanpa putus.

Masjid Nabawi, menawarkan keramahan, persahabatan, dan berbagai pelajaran berharga…Terima kasih ya Allah.. Jangan catat ini sebagai pertemuan terakhir bagiku dan kelak aku akan kembali ke sini, Insya Allah….

Comments
  1. aasemManis says:

    Zzzuper bu ummu,,
    bisa bertemu banyak org dng latar belakang yg berbeda.
    manfaat memberi sedekah itu memang ada.
    subhanallah.:D

  2. ngarasan says:

    Assalamu’alaikum.
    Blog ini, terutama seri perjalanan Haji-nya sangat bermanfaat.
    Mohon dilanjutkan agar memberi tambahan pengetahuan bagi yang lain, termasuk saya (Bener-bener ngarep nih).
    Ya Allah, semoga penulis diberi keleluasaan waktu. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s