Masjid Nabawi yang Begitu Mempesona #3

Posted: January 11, 2012 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Hari ini setelah perjalanan yang melelahkan selama  kurang lebih 10 jam, akhirnya kami sampai di Bandara Internasional Madinah. Setelah turun dari pesawat kami baris satu persatu untuk pengecekan paspor oleh petugas imigrasi K.S.A (Kingdom of Saudi Arabia). Setelah itu kita harus memastikan keberadaan tas besar kita satu persatu. Sempat lama sekali karena tiap KBIH mencari tas anggotanya masing-masing. Pada kenyataannya tas-tas besar tersebut sebenarnya tidak perlu dikelompokkan karena ternyata tidak di taruh di bus yang sesuai dengan bus yang kita tumpangi. Mama saya sempat kehilangan tas besar miliknya selama 1 hari karena terbawa ke hotel lain -_-” . Malam itu kami datang ke kota Madinah dalam keadaan yang sangat letih fisik dan emosional (proses di Bandara cukup rumit dan menyita kesabaran).


Beberapa menit setelah sampai di jantung kota Madinah kelelahan itu terbayar. Lampu-lampu yang sangat cantik di Masjid Nabawi tampak becahaya dari kejauhan. Mulai besok shubuh (bahkan qiyamul lalil) kami harus bersiap untuk memulai sholat Arba’in ( sholat berjamaah yang dilakukan selama 40 kali berturut-turut di masjid Nabawi tanpa putus). Biasanya tidak hanya sholat wajib, tapi kami juga menyempatkan untuk sejak Qiyamul Lail (jam 2 pagi) di masjid tersebut. Mengingat antara jumlah jamaah dengan kapasitas masjid yang tidak seimbang, sehingga yang tidak cepat datang akan sholat di pelataran masjid (tenang, pelataran pun suci, tapi rasanya tidak afdhol😉 )

Sampai di hotel, kelelahan kami berlanjut, karena koper besar yang beratnya luar biasa itu harus dicari diantara tumpukan sekian puluh koper milik KBIH lain. Oleh karena itu, di tas koper besar, tas tenteng, maupun tas pinggang sebaiknya diberi tanda yang khas, sehingga memudahkan kita dengan cepat menemukan tas milik kita juga memudahkan orang lain yang membantu dalam mencari tas kita. Secara pribadi saya mengikatkan pita kain di handle tas besar saya, sedangkan di tas tenteng dan tas pinggang, dijahit pita berwarna sama hanya saja di jahit dibagian tali tas (susah amat ngejelasinnya -_-a).

Setelah proses pembagian kamar dimana satu kamar hotel berisi 11-12 orang (1 regu) kami beristirahat sekitar 2 jam. Kemudian bangun dan antri mandi sejak pukul 00.30.  Pukul 2.00 kami berjalan kaki menyusuri jalanan yang ramai. Tidak ada kata lengang di sana. Perdagangan 24 jam non stop entah karena sedang musim haji kami tidak tahu. Kami berjalan 5 menit saja karena alhamdulillah hotel kami persis di depan masjid Nabawi yang dipisahkan oleh jalan raya dan pasar kaget (pasar yang isinya warga sekitar yang berjualan di sekitar masjid Nabawi).

Sesampainya di pelataran masjid tanpa dikomando langkah kami terhenti. Benar-benar serentak melihat keindahan  Masjid Nabawi. Arsitektur yang megah. Lampu-lampu yang begitu mempesona dan jangan heran memang menggunakan teknologi yang canggih. Untuk ke toilet saja yang terletak di lantai bawah tanah(underground) kami menggunakan eskalator.  Payung-payung otomatis yang terbuka saat dhuha dan menutup setelah ashar yang menyemprotkan uap-uap air menyejukkan. Masjid Nabawi sendiri tidak bertingkat (berbeda dengan Masjidil Haram). Atap masjid terbuka saat jamaah sudah mulai penuh.


Ketika memasuki masjid Nabawi kita harus menghadapi laskar-laskar wanita yang menggunakan cadar. Laki-laki dan perempuan masuk melalui pintu yang terpisah. Laskar-laskar tersebut bertugas mengecek apakah kita membawa kamera, handphone berkamera, atau alat-alat yang memiliki kamera lainnya. Hal tersebut beralasan mengingat di Masjid Nabawi terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah termasuk hal yang paling diincar oleh orang-orang, yaitu mayat Rasulullah SAW. Mereka sangat ingin melihat wajah manusiamulia tersebut. Saya lupa tahunnya, tapi saat di ceritakan oleh seorang laskar yang bisa berbahasa indonesia dengan fasih, diceritakan bahwasanya dulu pernah sebuah traktor bawah tanah hendak mencuri mayat Nabi Muhammad SAW. Kurang 1 meter sebelum mayat tersebut diacuri, imam Masjid Nabawi diberi firasat oleh Allah, sehingga saat dibongkar memang benar kurang dari 1 meter traktor tersebut sudah mendekat dan akan membawa mayat Rasul tersebut.

Jika memang di temukan benda-benda yang memiliki kamera dari kita, maka kita di arahkan menuju perpustakaan masjid yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu masuk masjid belok kanan. Di sana setelah kita menyebutkan nama kita dan nama bapak kita maka kita akan diberi kartu merah (kayak main bola aja ^_^ ). Kartu tersebut nantinya digunakan untuk mengambil barang elektornik berkamera kita yang dititipkan di ruangan tersebut.


Saat masuk, kita akan menginjakkan bangunan super mewah, lampu-lampu yang unik, pilar-pilar berlapis emas, hamparan rak-rak yang berisi Qur’an dengan warna seragam (belakangan saya baru tahu kalau Al-Qur’an tersebut adalah wakaf dari jamah haji seluruh dunia yang memang mau menyumbang dan membeli di depan masjid), ruangan yang sejuk (AC/blower mengeluarkan angin dari tiap pilar), suasana yang sejuk sekali dengan pemandangan hamparan manusia dari seluruh dunia yang tunduk membaca Al-Quran dan berdzikir dengan khusyuk. Ini masih gelombang pertama dari jemaah haji seluruh penjuru dunia, kelak di Masjidil Haram akan kita jumpai pemandangan serupa yang berlipat-lipat jumlahnya (gelombang pertema dan kedua kelompok terbang). Jika tidak bisa masuk ke dalam masjid maka tersedia karpet di pelataran masjid (ada beberapa wilayah yang tidak dikarpeti pula). Selain itu, tersedia jejeran galon-galon yang berisi air zam-zam yang dapat diminum sesuka hati. Ada yang dengan suhu dingin ada pula yang dengan suhu ruangan. Saya sarankan untuk memilih yang bersuhu ruangan saja sebab mengingat kondisi yang tidak fit dapat mengundang flu dan batuk, namun jika dibawa pulang, sebaiknya dipilih yang dingin sewaktu mengisi botol karena yang suhu ruangan hanya disediakan beberapa galon saja  (nantinya sampai rumah kan sudah turun suhunya😉 ).

Demikian cerita hari ini, besok insya Allah disambung lagi…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s