Penerbangan Menuju Tanah Suci #2

Posted: January 9, 2012 in Journey of My Life
Tags: , , ,

Hari ini adalah hari kedua terhitung sejak  setelah pelepasan dari rumah tempat tinggal kami. Saya mendapat kloter (kelompok terbang) 46 dan termasuk gelombang I yang akan langsung menuju kota Madinah tanpa harus transite di  Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, karena menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines. Hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan penerbangan haji ini cukup banyak. Mulai dari sebelum keberangkatan hingga setelah sampai di kota Madinah.

Saat sebelum keberangkatan, pastikan di dalam tas tentang tidak membawa gunting, pisau, potongan kuku, peniti yang berlebihan dan barang logam lainnya di tas. Peniti dan potongan kuku bisa ditaruh di tas pinggang, sedangkan gunting dan pisau dilipat di dalam baju, dibungkus plastik hitam terlebih dahulu kemudian di selotip dengan selotip hitam (yang biasa kita gunakan untuk menjilid paper ). Jangan membawa gunting atau pisau terlalu berlebihan juga, karena tas besar yang beratnya mencapai 20+ Kg berisi pakaian dan makanan kering akan dibuka oleh petugas. Kalau mau aman lebih baik di tas besar tidak usah membawa pisau dan gunting. Membeli di sana dengan harga yang tidak seberapa, dibandingkan tas yang sudah di gembok dg gembok TSA kemudian di tali temali harus dibongkar (jika mau melihat model tas besar diikat seperti apa bisa dilihat di note saya sebelumnya( Tamu Allah 1432 H (2011 M) ).

Selain itu, jika dari kalian ada yang mau membawa terasi, lombok kecil kering, lada bubuk (disana tidak ada lombok kecil dan lada apalagi yang bubuk, saya juga baru tahu dan tidak membawa -_-), ikan asin, atau bahan makanan yang menyengat seperti itu dibungkus rapat-rapat dan di selotip karena jika terdekeksi akan disita petugas. Jangan membawa lemper  dan ulekan(yang digunakan untuk membuat sambal) terlalu besar, yang ringan saja, karena kalau terlalu besar pun akan disita (lebih baik tidak usah bawa). Secara pribadi, saya dan mama menyiapkan makanan dari Indonesia yang bisa tahan lama seperti bumbu pecel, kering tempe, abon sapi kering,  oatmeal, susu, gula 1 Kg, mie instan (masing-masing  tas 5 bungkus, jadi ada 10 bungkus–> seharusnya 10), dan beras (masig-masing 5 kg seharusnya 10 Kg).  Jangan salah, itu semua akan sangat bermanfaat sekali mengingat pemerintah hanaya menyediakan makan atau katering selama 8 hari di Madinah dan 5 hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sisanya selama 25 hari kita harus mandiri menyiapkan makan 3 kali sehari, entah mau memasak atau membeli di luar (yang harganya mahal itu, mending buat beli oleh-oleh :p ). Belum lagi rasanya yang mungin kurang pas di lidah dan higiene serta alasan yang lainnya. Tenang saja, akan saya ceritakan dalam page terpisah😉 . Jangan membawa baju teralalu banyak (akan saya buat di page tersendiri mengenai apa saja yang dibawa untuk persiapan berangkat haji🙂 ).

Setelah persiapan di atas selesai, siang itu sekitar pukul 10 kami berkumpul di sebuah Aula lagi tapi berbeda dengan aula sebelumnya (hehe, maaf  lupa dicatet kalau tidak salah Bir Ali).  Disana kita akan menerima sedikit penerangan dari pihak Depag, kemudian dipanggil maju satu per satu untuk memperoleh living cost sebesar 1500 SR(Saudi Riyal). 1 Riyal = Rp 2.500.  Terdiri dari 2 lembar 500 SR, 3 lembar 100 SR, 3 Lembar 50 SR, 3 lembar 10 SR, dan 4 lembar 5 SR. Jangan takut jika belum menukarkan uang rupiah ke riyal karena di Mekkah dan Madinah kita bisa beli makan dan memperoleh kembalian.  Bawa saja uang rupiah atau yang lebih stabil adalah U$ dollar. Uang 500 Riyal biasanya dibuat untuk membayar DAM sebagai bagian dari kewajiban sebagai seorang  Haji Tammatu (orang yang melakukan umroh dulu kemudian melaksanakan haji). Selain itu, kita akan diberi 1 lembar copy A passport yang dirobek dari buku passport kita kemudian ditaruh di kantong bagian depan tas pinggang, juga buku passport, dan sticker  no kursi pesawat (no kursi berangkat dan pulang adalah sama) yang ditempel di bagian depan tas pinggang. Kemudian turun ke lantai 1 dengan membawa tas tenteng kecil (tas besar sudah masuk pesawat sejak kemarin). Di lantai 1 terdapat alat screening barang seperti di bandara. Selain itu, ternyata tidak boleh membawa air minum dalam jumlah banyak, cukup 1 botol kecil, krn akan di sita. Lalu setelah di screening kami menuju bus masing-masing (bus yang bernomor sama seperti kemarin yang menunjukkan kita termasuk rombongan berapa). Saya berada di bus no.3 karena saya adalah rombongan 3.

Setelah sampai di bandara internasional Juanda, Surabaya, kami tidak masuk ke ruang tunggu bandara, tetapi langsung menuju ke lapangan tempat dimana pesawat sudah siap untuk berangkat. Tidak ada lagi pemeriksaan karena kami tidak masuk ruang tunggu. Langsung turun dari bus, naik ke pesawat, dan mencari kursi sesuai no yang sudah tertera di sticker yang tertempel di bagian depan tas pinggang (saat itu no saya adalah 98😉 ).


Selama di pesawat, kita bisa melihat-lihat pesawat yang panjangnya sekian kali lipat dibandingkan dengan pesawat biasa, juga bertingkat 2. Selain itu, bisa bersilaturahim dengan teman-teman satu KBIH untuk saling support jika ada yang kurang enak badan karena tidak biasa naik pesawat atau mengalami shock di ketinggian. Bawalah jaket atau syal karena akan dingin sekali mengingat waktu yang lama di pesawat, sekitar 10 jam. Sisa waktu bisa dihabiskan utuk berdzikir, tilawah Al-Qur’an, dan istirahat karena harus mempersiapkan fisik dalam menjalankan Arba’in (sholat 40 kali berturut-turut tanpa putus secara berjamaah di masjid Nabawi). Makanan kotak akan diberikan saat makan siang dan makan malam waktu indonesia (semakin ke Arab Saudi semakin sore bukan semakin malam😀 ). 

Sampai di sini dulu cerita hari ini. Esok kita lanjutkan lagi, insya Allah… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s