Tamu Allah 1432 H (2011 M)

Posted: October 16, 2011 in Journey of My Life
Tags: , , , , ,

بيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك، لبيك،
إنّ الحمد والنعمة لك والملك،
لا شريك لك

Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu semata-mata. Segenap kekuasaan milikMu. Tidak ada sekutu bagiMu (HR.Bukhari). 

17 Tahun silam….

Seorang bocah perempuan tampak duduk di pojok sebuah masjid. Wajahnya berbinar-binar kala itu. Betapa tidak, ia sedang bersuka cita pasca namanya dikumandangkan dalam sebuah lomba dan memperoleh juara pertama. Pelan-pelan ia membuka sebuah bingkisan coklat. Tidak lain adalah hadiah dari lomba tersebut. Tak disangka di dalamnya berisi tidak hanya buku dan alat-alat tulis (seperti biasa) namun ia juga memperoleh alat sholat. Selembar kain yang membuatnya berderai, yaitu sajadah. Sajadah tersebut mungkin tidak mahal. Namun hal yang membuatnya terkagum adalah gambar di sajadah tersebut. Sajadah yang berwarna dasar putih tersebut bergambar benda kotak hitam yang dikenal dengan nama Ka’bah.

Spontan saat pak ustadz lewat dia pun bertanya “ustadz, kenapa ka’bah warnanya hitam?” Namun karena mungkin tidak terdengar, pak ustad lewat begitu saja.  Penasaran.

Di rumah….

“Ayah, kenapa ka’bah bentuknya kotak, bukan bulat seperti dunia?” (waktu itu si bocah belum tahu kalau bumi bentuknya elips🙂 )

“Ka’bah itu ibarat rumah Allah nak, oleh karena itu bentuknya kotak. Orang-orang yang datang kesana adalah tamu Allah. Mereka yang datang karena dipanggil Allah…” jawab sang Ayah.

“Dipanggil gimana yah? maksudnya dipanggil itu seperti apa manggilnya? Allah kan tidak terlihat?” tanya si bocah yang sejak kecil hobi bertanya.

“Di panggil dengan hati nak. Banyak orang punya uang, punya rumah bagus, punya mobil bagus, sekolah tinggi, sudah pernah ke negara lain, tapi belum tentu menginjakkan kaki di Ka’bah. Allah memanggil tamu Allah itu dengan kemudahan-kemudahan untuk kesana. Menggerakkan kaki nya untuk menabung di bank, menggerakkan tangannya untuk menyerahkan uangnya yang mungkin bisa dibelikan hal yang lain…” jawab sang Ayah dengan sabar

17 Tahun kemudian

Di sebuah kantor imigrasi di kota pahlawan

Petugas  : Nama?

Bocah     : Ummu Ditya Erliana

Petugas  : Umur?

Bocah     : 23 tahun

Petugas  : sendiri??

Bocah     : memangnya kita pernah sendiri pak? ^_^

Kawan…bocah itu kini akan berangkat memenuhi panggilan Allah menjadi tamu Allah di tahun 2011 M(1432H). Bocah itu awalnya kaget, bingung, takut, heran, karena sebetulnya ia seharusnya berangkat tahun depan (2012). Bocah itu memang hanya manasik beberapa kali di sebuah KBIH. Bocah itu hanya mengikuti manasik 1 kali di departemen agama karena saat ini ia sudah bekerja di sebuah institusi pendidikan dari pukul 8 pagi  hingga pukul 15.00 sore, hari senin hingga jumat. Tapi dengan sedikit ilmu yang ia punya ia akan berusaha menapaki setiap proses panggilan Allah itu untuk menggenapkan rukun islam yang kelima. Hanya semangat dalam kalbu yang ia punya, di usia nya yang masih bocah di tengah jutaan orang yang memiliki umur yang lebih dan ilmu yang jauh lebih baik. Mohon doanya kawan, agar bocah tersebut mampu menjadi haji yang mabrur, menjadi pribadi yang lebih baik, dan bermanfaat untuk umat.  Amin.

Kota lumpur, 16 Oktober 2011

24 jam sebelum keberangkatan

 

Comments
  1. […] Saat sebelum keberangkatan, pastikan di dalam tas tentang tidak membawa gunting, pisau, potongan kuku, peniti yang berlebihan dan barang logam lainnya di tas. Peniti dan potongan kuku bisa ditaruh di tas pinggang, sedangkan gunting dan pisau dilipat di dalam baju, dibungkus plastik hitam terlebih dahulu kemudian di selotip dengan selotip hitam (yang biasa kita gunakan untuk menjilid paper ). Jangan membawa gunting atau pisau terlalu berlebihan juga, karena tas besar yang beratnya mencapai 20+ Kg berisi pakaian dan makanan kering akan dibuka oleh petugas. Kalau mau aman lebih baik di tas besar tidak usah membawa pisau dan gunting. Membeli di sana dengan harga yang tidak seberapa, dibandingkan tas yang sudah di gembok dg gembok TSA kemudian di tali temali harus dibongkar (jika mau melihat model tas besar diikat seperti apa bisa dilihat di note saya sebelumnya( Tamu Allah 1432 H (2011 M) ). […]

  2. GSM Semarang says:

    subhanallah….inspiratif sekali
    terima kasih juga tipsnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s