Inti Cita-cita adalah Impian #14

Posted: May 30, 2011 in 30 Hari Menulis Blog
Tags: , ,

Kita bisa banyak bicara tentang perencanaan, motivasi, dan fokus; tentang memaksimalkan hari, serta mencapai cita-cita. Namun, semua itu tak akan ada gunanya apabila tidak ada alasan untuk maju, untuk berkonsentrasi, dan untuk mendisiplinkan diri. Untuk beberapa orang, impian dimulai dengan visi yang kuat. Namun jangan pernah pisahkan ia dari ilusi. Ilusi membuat mimpi menjadi lebih nyata dibandingkan visi yang hanya sekedar kata-kata yang terpatri kuat di dalam diri. Dunia pun telah mengaminkan bahwa orang-orang yang terlahir dengan nama besar melalui pencapaian karya-karya yang tercatat dalam tinta emas sejarah peradaban umat manusia memulai segalanya dengan ilusi yang ada dalam alam bawah sadarnya. Hanya dia dan Tuhan yang tahu secara riil.

Berikut saya pinjam daftar dari Mike Murdock, yang mempersembahkan 15 pokok pikiran yang dapat membantu kita semua dalam mencapai impian:

1. Impian bisa diciptakan atau dipinjam.

2. Impian mungkin memerlukan pancingan orang lain terlebih dahulu.

3. Impian tidak memerlukan persetujuan dari orang yang Anda cintai.

4. Impian bisa dimulai dengan apa pun yang sedang terpikir saat ini.

5. Kita sudah memiliki modal untuk meluncurkan impian luar biasa -HASRAT (desire).

6. Impian memerlukan keinginan kuat untuk mencapai sesuatu.

7. Impian harus menjadi obsesi besar.

8. Impian harus memberi semangat sehingga mendorong kita mengubah kebiasaan sehari-hari.

9. Impian yang luar biasa butuh perhatian segera.

10. Impian berhak mendapatkan fokus total.

11. Impian mungkin mengharuskan kita pindah tempat tinggal.

12. Impian akan selalu memerlukan bantuan orang lain.

13. Impian mungkin memerlukan negosiasi istimewa dengan orang lain.

14. Rencana harian harus selalu bertujuan untuk pencapaian impian.

15. Kita harus memupuk dan melindungi segala hubungan yang membantu pencapaian impian.

Impian memberi kita kekuatan untuk mengindahkan segala rintangan. Perwujudan impian memberi kita kebahagiaan sejati. Proses perwujudan impian memberikan sensasi luar biasa, hasrat yang mendorong kita untuk terus berupaya maju menghadapi segala rintangan dan membuat resisten rasa sakit terhadap segala cobaan yang menyapa pada diri kita.

Sering kali kita tidak bisa mengendalikan jalur impian. Bahkan, kadang kala impian itu tergelincir oleh kejadian atau tindakan yang diluar kendali kita. Hal ini membuat kita putus asa. Terkadang bahkan memaksa kita untuk mengembalikan impian tersebut ke kotak impian, menghancurkan keseluruhan proses perwujudan impian tersebut dan menghancurkan diri kita.

“Ada golongan orang yang menyimpan impian mereka dalam kotak kecil dan berkata, ‘Ya, saya punya impian, tentu saya punya impian.’ Lalu mereka menyimpan kotak itu dan terkadang mengeluarkannya untuk dilihat, dan ya, impian itu masih tersimpan di sana. Semua impain yang sangat indah, tetapi mereka tak pernah keluar dari kotak. Perlu segudang keberanian untuk dapat mempertaruhkan impian, mempertahankannya, dan berkata , “Seberapa baik saya atau seberapa buruk saya?” -Erma Bombeck-

Adakalanya semua bukanlah kesalahan kita, kala kita telah berusaha menyiapkan segalanya dan telah bersiapkan merayakan kemenangan, tetapi kita gagal. Namun, selalu ada lain kali. Cukuplah ketabahan menanggalkan perasaan gagal, untuk mencoba lagi, untuk menyadari bahwa takdir bukan ditentukan oleh kita sendiri. Kita cenderung menyalahkan diri sendiri apabila gagal. Kita menyangka, kita dapat mengendalikan kehidupan profesional kita sehingga saat gagal kita terperosok ke dalam juang ketidakpercayaan kepada diri sendiri. Dan sementara kita merenungi kegagalan, impian itu akan terus bergerak meninggalkan kita secara diam-diam.

Ingatlah apa saja yang tidak bisa dikendalikan dan ingatlah pula hal-hal yang tidak bia dikendalikan (waktu,usaha, pikiran, lidah,sikap, teman, komitmen, dan respon terhadap kegagalan). Jangan cemaskan hal-hal yang berada di luar kendali kita karena itu tidak bisa kita kendalikan. Jangan cemaskan hal-hal yang berada di bawah kendali kita karena semua itu bisa dikendalikan. Berpikirlah sebelum bertindak dan kendalikan dirimu. Apabila kita tahu kita telah melakukan yang terbaik, kita akan merasa santai dalam melakukannya. Selain itu, kita tidak bisa mengendalikan selebihnya. Semua di luar kendali kita jangan dicemaskan. Kecemasan akan hasil pada akhirnya mengaburkan fokus dan juga impian.

Kesuksesan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Orang-orang paling bahagia yang kukenal adalah mereka yang bekerja untuk mencapai suatu tujuan spesifik. Adapun orang-orang paling membosankan dan menyedihkan yang saya kenal adalah mereka yang mengarus tanpa ada tujuan yang pasti dalam pikiran mereka. -Zig Zaglar- (Pembicara dan Penulis)

Pada akhirnya, cita-citalah yang memisahkan kita dari gurun kebingungan dan ketidakpastian, yang membedakan diri kita dari orang-orang yang suka ambil amannya saja, suka mengeluh, dan kurang percaya pada kemampuan diri sendiri.

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s