Ketika Nilai A Jadi Malapetaka #12

Posted: May 28, 2011 in 30 Hari Menulis Blog

“Loe dapet nilai apa coy?”X bertanya pada sohibnya yang dapet nilai A sedangkan sohibnya tersebut belajar sehari sebelum  ujian hanya dalam hitungan 4 jam untuk mata kuliah yang dianggap seantero FK sebagai mata kuliah yang nge-prof abis. Maksudnya, mata kuliah itu hanya bisa dilalui oleh mahasiswa bermental profesor yang kuat baca jurnal berjam-jam sekedar untuk mencari info sedetail-detailnya terkait topik mata kuliah tersebut. Si X pun merengut-rengut tak percaya dengan temannya tersebut. Penyakit iri, dengki, marah, kesal pun jadi satu dan akhirnya memutuskan untuk tidak belajar pada mata kuliah yang diujikan hari berikutnya karena terlanjur bad mood. Kegiatan organisasi pun ditinggalkan dan departemen yang di pegangnya pun pontang panting kehilangan salah satu staf. Itulah mengapa disebut sebagai malapetaka karena pada fenomena tersebut kebahagiaan di proyeksikan sebagai nilai A. Sehingga ketika proyeksi tersebut meleset maka hancurlah mental yang menjadi fundamental dalam kehidupan.

Ketika kita salah dalam memproyeksikan suatu fenomena maka yang terjadi adalah kehancuran dalam hidup. Itulah pentingnya proyeksi kebahagiaan yang tepat dimana hal yang buruk akan terjadi manakala kita salah dalam memproyeksikan kebahagiaan kita. Kita menganggap bahwa nilai A adalah proyeksi kebahagiaan kita sehingga apabila kita tidak memperoleh hal tersebut maka kita tidak akan bahagia dan parahnya lagi kita tidak akan menghargai kehidupan kita selanjutnya. Padahal boleh jadi ketika kita bangkit dari kegagalan tersebut, kita semakin tahu strategi menghadapi permasalahan tersebut dan berikutnya kita dapat menyelesaikan masalah tersebut dan membaginya pada orang lain sehingga orang lain tidak jatuh pada lubang yang sama dan yang terpenting adalah kita membuat orang lain bahagia pula karena ia dapat memperoleh kebahagiaan dengan memperoleh nilai A dan terhindar dari lubang kesalahan dimana kita pernah terperosok didalamnya.

Kebahagiaan adalah ruh. Ia adalah bahan bakar kehidupan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memproyeksikan kebahagiaan dengan sebaik-baiknya. Ada baiknya kebahagiaan diproyeksikan ke dalam suatu proses bukan suatu hasil seperti kasus mahasiswa di atas yang memproyeksikan kebahagiaanya pada nilai A di mata kuliah yang ia ambil di semester itu. Ketika kita memutuskan untuk menjadikan belajar dan mempelajari sesuatu sebagai suatu kebahagiaan maka kita telah  memproyeksikan kebahagiaan kita dalam suatu proses sehingga kita tidak akan terlalu kecewa dan bersedih manakala kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan karena kita memproyeksikan kebahagiaan itu dalam bentuk proses belajar tersebut. Kebahagiaan dalam proses belajar menyebabkan kita seakan mengkonsumsi zat aditif sehingga akan memperoleh efek candu dan tidak akan merasa bahwa proses tersebut adalah beban yang harus dijalani. Kita akan lebih mudah menarik benang merah atau hikmah dari kejadian yang tidak mengenakkan yang terjadi pada kita saat kita tidak memperoleh nilai A tersebut. Kita akan bisa memperoleh pelajaran, mencari strategi, dan ketika ada kesempatan kita akan dengan senang hati berbagi pada orang lain baik teman, kakak tingkat, maupun adik tingkat bahkan dosen sekalipun karena kita mengetahu lebih dalam dan lebih banyak dalam proses pembelajaran mata kuliah tersebut dibandingkan dengan mahasiswa lain yang menjadikan proyeksi kebahagiaannya merupakan nilai A sehingga setiap proses pembelajaran yang dilaluinya dihadapi pada target-target pencapaian, menutup mata dan telinga atas apa yang terjadi ketika gagal, dan yang paling menyedihkan adalah tidak menikmati belajar sebagai proses yang sangat membahagiakan. Maka hindarilah menjadikan nilai A sebagai proyeksi kebahagiaan kita sebagai mahasiswa karena sungguh tujuan kita belajar yang utama adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang lebih baik dibandingkan orang-orang di luar sana yang tidak belajar karena apa untungnya jika kita memperoleh nilai A tapi hanya sebatas pada menghafal dan kemudian hilang setelah kita memperoleh nilai A tersebut dengan menjadikanny sebagai objek kebahagiaan sesaat semata demi memenuhi ambisi memperoleh IPK cumlaude atau menjadi no.1 di kelas layaknya siswa yang menempuh pendidkan di bangku sekolah. Ingatlah, karena kita mahasiswa. Maha dari siswa yang artinya kita harus memiliki sudut pandang yang berbeda dimana target utama kita menempuh pendidikan kuliah bukanlah lagi hanya menjadi no.1 dikelas atau memperoleh nilai A. Lebih dari itu kita dituntut untuk bisa menghasilkan sesuatu untuk bangsa ini dengan menjadi cendekia yang bermanfaat  dan membahagiakan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ya. Sederhana. Hanya dengan mengubah proyeksi kebahagiaan. Sesederhana ketika kita memutuskan untuk belajar dan keluar dari zona aman kehidupan kita demi terperosok dalam semeseta ilmu yang tidak akan pernah akan habis untuk dijelajahi hilirrnya. Karena sesungguhnya kebahagiaan itu tidak terletak diluar sana. Tetapi di dalam diri kita sendiri dan pada akhirnya kitalah yang memutuskan dengan cara apa dan dimana kita memproyeksikan kebahagiaan kita tersebut.

The Original manuscript is written by:

Ummu Ditya Erliana

(Mahasiswia tingkat IV Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya)

*Tugas dari dr.Arief Alamsyah, MARS 1 tahun yang lalu… ^_^

Comments
  1. Retno Cahyaning Tyas says:

    siip mb.. btw ini tgs dari dr Arif mata kuliah apa mb??^^

    • ummuditya says:

      Bukan tugas kuliah,tapi tugas dari happiness course. Kursus motivasi yang dibuat drArief 8 kali, ngga boleh bolos sekalipun kalo ngga di diskualifikasi di pertemuan berikutnya, pesertanya max 50. Yah,lumayan banyak tugasnya,hehe.Kalo mau liat, mba nulis beberapa materinya di menu diatas, Life Motivation, nah ada topik happiness course,bisa baca2 di situ,hehe…enjoy!

  2. siip artikelna mb.. btw ini tgs dr. Arif mata kuliah apa ya mb?^^

  3. icha182 says:

    boleh comment dikit iiaa..
    menurut aku,,dapet nilai A itu penting tapi lebih penting lagi proses ngedapetinnya.
    ngga seru khan dapet A tapi nyontek..
    nilai apapun yg didapat yg penting jujur dan usaha🙂

    nice post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s