Mari Berbagi Kebahagiaan #8

Posted: May 3, 2011 in Journey of My Life
Tags: , , ,

Kebahagiaan bukanlah kebahagiaan, jika hanya dirasakan sendiri. Kalau kita berbahagia sendiri, maka tidak banyak yang akan kita dapat. Kebahagiaan berbeda dengan kesedihan. Kesedihan jika dibagikan (berbagi kesedihan), maka kesedihan itu akan berkurang. Akan tetapi kebahagiaan jika dibagikan (berbagi kebahagiaan), maka kebahagiaan itu akan bertambah. Kebahagiaan kalau dibagikan akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Seperti ketika kita memperoleh rezeki berupa uang kemudian kita berbagi pada yang kurang beruntung maka sesungguhnya uang yang dibagikan tersebut bukan berkurang tapi akan bertambah dan berlipat ganda. Saya pernah mengalaminya, sedekah Xrupiah dan kembali 20X rupiah dalam waktu 2 minggu😉 Jadi percayalah kalau berbagi itu akan menambah kebahagiaan dan hal lain dalam hidup kawan-kawan. Kalau tidak percaya dengan adanya kebahagiaan di dunia, maka berhenti saja membaca artikel ini.  ;)

Semua orang memiliki caranya masing-masing untuk berbagi kebahagiaan.  Ibu Yuli Badawi, seorang guru SMU di Bandung Jawa Barat. Ia berbagai kebahagiaan dengan mengasuh lebih dari 50 anak angkat di rumahnya. Ia mengasuh semua anak angkatnya dengan penuh kasih sayang, seperti anak kandungnya sendiri. Anak asuhnya berasal dari berbagai latar belakang. Ada anak hasil perkosaan, anak yang dibuang oleh orangtuanya, anak yang berasal dari broken home dana lain-lain. Ibu Yuli Badawi sendiri mempunyai 4 orang anak kandung.Yang dilakukan Ibu Yuli Badawi dalam berbagi kebahagiaan sangat luar biasa, ditengah kehidupan yang individualistik. Kisah tentang Ibu Yuli Badawi dituangkan dalam buku berjudul “Rumah Seribu Malaikat”.

Ketika kita bersyukur, kebahagiaan kita akan bertambah. Allah pun sudah berjanji dalam Al-Quran mengenai hal tersebut. Jadi percayalah dengan bersyukur maka pasti kebahagiaan kawan-kawan akan bertambah. Siapa lagi yang patut kita percayai di dunia ini selain Tuhan😉 Kalau kita hanya bisa mengucapkan satu kata, maka kata “terima kasih” tidaklah cukup. Ibu Yuli Badawi mengejawantahkan rasa syukurnya kepada Tuhan dalam bentuk yang konkrit. Ia tidak banyak berpikir untuk berbuat baik melalui berbagai kebahagiaan.

Kebahagiaan akan lahir dari tindakan nyata, bukan dari kata-kata. Bersabar, bersyukur, dan memberi akan melahirkan kebahagiaan. Dan yang tertinggi adalah “memberi tanpa mengharap imbalan”. Kebahagaian sejati dengan berbagi tanpa mengharap imbalan akan berefek pada rasa ikhlas dalam hati dan pancaran keikhlasan itu akan hadir dalam gerak dan tindakan. Sebab hanya yang ikhlas dalam menjalani setiap tindakan kehidupan termasuk berbagi yang akan memperoleh kebahagiaan sejati😉

Selain itu, berbagi kebahagiaan akan menyebabkan hidup lebih semangat, karena dengan berbagi kebahagiaan maka kita akan punya seribu satu alasan untuk lebih semangat dalam mencari sesuatu untuk dibagi. Berbagi adalah tindakan aktif bukan tindakan pasif, sehingga kita akan teru berusaha untuk menjadi lebih baik baik dalam segi materi, ilmu, ataupun hal lain sesuai dengan hal yang ingin dibagikan. Seorang guru atau dosen akan terus belajar meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuanya agar dapat memberikan ilmu pengetahuan terkini kepada murid-muridnya. Begitu pula dengan dermawan yang akan terus meningkatkan penghasilannya sehingga dapat menyumbangkan materinya lebih banyak untuk sesama. Mari kita tingkatkan kapasitas hidup kita kawan-kawan. Agar kelak kita dapat berbagi lebih banyak dengan sesama dan memberi hal terbaik yang dapat kita lakukan kepada dunia di sisa-sisa umur kita😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s