Kenapa harus menulis? #6

Posted: April 27, 2011 in Journey of My Life
Tags: , ,

Dalam hidup kita pasti punya masalah. Nah, ketika kita punya masalah, salah satu cara yang sering dilakukan untuk meredakan emosi adalah bicara dengan orang lain atau curhat. Tapi tahukan kawan bahwa curhat mengandung resiko. Apalagi jika kawan-kawan curhat dengan orang yang salah. Bukannya selesai, malah timbul masalah😉. Ada cara lain yang lebih efektif untuk mencurahkan emosi ketika ada masalah, yaitu menulis. Ya, menulis merupakan sebuah sarana untuk meluapkan emosi. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa menulis bisa meningkatkan kebahagiaan, berpengaruh pada kesehatan dan menjernihkan pikiran.

Selain itu, keuntungan menulis yang lain adalah dapat digunakan dalam mendokumentasikan ide, mengajak kepala untuk berpikir kritis, mengembangkan imajinasi, latihan menulis karya tulis ilmiah, bahkan menghasilkan pundi-pundi emas😉. Menulis merupakan salah satu sarana dalam mengungkapkan emosi secara verbal. Selain menulis sarana mengungkapkan emosi lain ,yaitu dengan nonverbal (berteriak, menangis, menggambar). Menulis lebih efektif karena akan membuat pikiran menjadi terstruktur dan memperlambat berpikir. Dari segi kesehatan, menulis baik bagi jantung, peredaran darah, dan kekebalan tubuh.

Apa saja sih yang biasa kita tulis? Rata-rata apa yang kita tulis sangat dipengaruhi oleh latar belakang kita sebagai seorang penulis. Jika kawan-kawan adalah seorang mahasiswa, maka yang biasa kawan-kawan tulis adalah catatan kuliah, laporan praktikum, dan karya tulis ilmiah. Jika kawan-kawan adalah seorang pekerja maka sebagian besar isinya dapat berupa pengalaman sehari-hari di kantor, curhat, atau pekerjaan kawan-kawan di kantor😉 .

Manfaat menulis dirasakan oleh mantan presiden BJ. Habibie. Saat istri tercinta meninggal dunia, Habibie sangat sedih dan terpukul. Hampir setiap hari ia datang ke makam istrinya. Suatu hari dokter pribadinya berkata bahwa jika kalau hal ini terjadi terus menerus, maka tidak lama lagi Habibie akan ‘menyusul’ Ibu. Habibie menjawab bahwa ini ia lakukan karena terdorong perasaan sedih. Istrinya adalah separuh jiwanya. Dokter itu lalu menyarankan Habibie untuk menulis. Ya, ia disarankan untuk menuangkan perasaannya kedalam tulisan. Maka Habibie pun mulai mengambil laptopnya, dan mencurahkan isi hatinya kedalam tulisan. Setelah tulisan itu selesai, Habibie merasa lega. Perasaan duka perlahan-lahan hilang. Habibie pun kini sudah menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Curahan hati Habibie itu bahkan akhirnya menjadi sebuah buku.

Nah, bagaimana cara mengembangkan kemampuan menulis? Ada 2 faktor yang dapat diperhatikan dalam mengembangkan kemampuan menulis, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor kerja keras atau sekuat apa motivasi kita untuk rajin berlatih menulis, sering berimajinasi dalam mengembangkan ide-ide yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah tulisan. Selain itu banyak bertanya juga sangat beramanfaat terutama dalam mengkaji topik-topik tertentu diluar bidang yang digelutin dan yang terakhir suka mencari masalah😉 . Masalah yang menarik untuk dibuat tulisan tentunya🙂  . Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan kemampuan menulis antara lain, lingkungan, jenis bacaan, dan jenis organisasi yang digeluti.

Yang perlu diketahui:
– Tidak semua kegiatan menulis itu positif. Menulis menjadi positif kalau digunakan untuk sesuatu yang tidak bisa kita kontrol atau ada diluar kendali kita. Tapi kalau untuk sesuatu yang bisa kita kontrol (ada dalam kendali kita), maka menulis menjadi tidak positif. Contohnya ketika suami istri ada masalah. Dalam masalah ini, menggunakan tulisan menjadi tidak efektif, karena masing-masing bisa bertemu. Lebih meluangkan wkatu untuk berkomunikasi.
– Tidak selalu menulis merupakan solusi. Menulis menjadi solusi kalau orang yang ingin kita sampaikan tidak terjangkau oleh kita, atau malah akan menimbulkan akibat buruk kalau kita berbicara langsung.

Bagaimana sebuah tulisan dapat dikatakan berharga?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain orisinalitas dan keunikan, konten/pokok bahasan, struktur penulisan, dan event penulisan/kebutuhan. Orisinalitas dapat dilihat dari seberapa asli ide yang ditelurkan dengan melihat keunikan dari tulisan dan tentu saja tidak menjiplak. Tulisan boleh menyertakan tulisan orang lain dengan menuliskan sumber tulisan tersebut. Konten atau pokok bahasan perlu diperhatikan pula apakah termasuk genre ilmiah atau fiksi dengan memperhatikan seberapa besar manfaat tulisan tersebut terutama ide-ide yang tertuang didalamnya jika benar-benar direalisasikan dalam kehidupan nyata. Struktur penulisan sebuah tulisan diharapkan rapi dan runut dan jika termasuk genre tulisan ilmiah maka harus memperhatikan betul-betul  kaidah penulisan. Terakhir adalah event penulisan. Tulisan yang mengedepankan hal-hal yang sedang ramai dibicarakan akan sangat menarik terutama dengan beberapa kajian yang logis dan berimbang dalam opini sehingga layak dibaca oleh masyarakat luas seperti tulisan pada rubrik opini di beberapa surat kabar.

Cobalah untuk menulis, curahkan isi hati kawan-kawan. Nikmati kata demi kata yang kawan-kawan tulis. Jangan ada beban tentang gramar dan ejaan. Lakukan seperti kawan-kawan menulis dalam buku diary. Jangan merasa tidak bisa menulis dengan baik.  Ilmu akan lebih hidup, kuat, bertahan lama, dan lebih mudah tersebar apabila dituliskan. Bayangkan berapa juta pahalanya jika tulisan kawan-kawan menginspirasi dan bermanfaat ;) Selamat menulis.

=Tak semua kata bisa diucapkan dan tak semua hal bisa tergambarkan dengan perbuatan=

Comments
  1. fajarembun says:

    hmm…ya..say no to plagiat….boleh sih,tapi cantumi sumbernyaa..hihihi

    • ummuditya says:

      iya siy…tapi lebih seru kalo isi blog kita ngga plek nge copy paste tapi diramu dengan opini kita dan sumber-sumber lain😉 karena blog itu sekolah kita untuk belajar menulis dan dibaca oleh publik jadi harapannya bisa punya khas dan menghasilkan personal branding😉

  2. Ihfazhillah says:

    sepakat! menulis untuk curhat, apalagi ketika tidak mahir berbicara….

  3. Silvi Anggraini says:

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s