Ujian?Siapa Takut! (MTGW) #3

Posted: April 17, 2011 in Journey of My Life
Tags: , , , ,

“Ujian bukanlah untuk mengukur kepandaian tetapi untuk mengukur kepatuhan Anda pada proses belajar”

Sore ini seperti biasa, saya duduk di depan TV pukul 19.00 untuk menonton salah satu acara favorit saya🙂 , Mario Teguh Golden Ways (MTGW). Kali ini tema yang dibawakan adalah “Ujian?Siapa Takut!” Nah, sore ini dibuka oleh sebuah kalimat diatas. Kalimat tersebut mengartikan bahwa, sepandai apapun orang, dapat gagal saat ujian, karena yang dapat melakukan yang terbaik dalam proses belajar lah yang akan berhasil.

Lalu apakah untuk patuh dalam belajar diperlukan kesabaran? Jika kita tidak memiliki kesabaran maka, jangan menunda-nunda belajar karena kita tidak memiliki kesabaran, tidak memiliki apa yang tidak dimiliki. Gunakanlah apa yang kita miliki saat ini untuk menjadi besar. Gunakan ketidaksabaran tersebut untuk membaca buku lebih lama, lebih larut, dan lebih banyak buku.

Orang yang tidak bisa belajar tidak bisa memimpin karena ilmu memimpin adalah ilmu untuk menyelesaikan masalah dan masalah setiap kali terus berkembang, oleh karena itu pemimpin yang sukses adalah seorang pembelajar yang baik karena dapat menyelesaikan masalah dengan metode yang terbaru dan sesuai zamannya.

Ada beberapa orang yang tidak mampu membaca buku. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan pertanyaan berikut, kenapa kita harus belajar dengan membaca buku? karena tujuan kita belajar adalah untuk menjadi orang besar dalam usia semuda-mudanya. Orang-orang yang sudah menuliskan ilmunya dalam buku-buku tersebut adalah orang yang besar, sehingga buku tersebut menjadi jendela bagi kita untuk menjadi besar melalui pelajaran yang ditulis pada buku tersebut dalam usia semuda-mudanya.

Ada yang disebut dengan belajar badung. Belajar untuk berpihak pada pikiran, pekerjaan, lingkungan, yang membawa pada kebaikan. Berfokuslah pada yang penting dan abaikan pada yang selain itu.

“Orang yang integritas pada yang benar sudah memenangkan ujian sebelum ujian itu dilewati”.

Beberapa orang takut pada ujian padahal, rasa takut itu rahmat, yang mengeluarkan semua kemampuan. Kalau Anda kurang belajar, sulit mengingat, maka takutlah jika Anda tidak lulus. Takut itu memaksimalkan kekuatan, maka syukurilah rasa takut yang ada pada diri kita.

Standar yang digunakan pada ujian, misalnya UN, memang sulit untuk menguji kompetensi, misal antara daerah satu dengan yang lain yang memiliki keterbatasan, akan tetapi ujian itu dapat menjadikan kita menjadi satu bangsa yang terstandarisasi. Yang penting saat ini adalah lulus dulu, baru yang dipikirkan adalah kualitas kelulusan.

Hikmah ujian itu ada 3, antara lain:

1. Ujian itu tidak akan diberikan melebihi kemampuan seseorang maka sebenarnya tidak ada masalah yang tidak dapat dilalui oleh kita.

2. Ujian selalu diniatkan untuk meilihat apakah kita pantas untuk naik kelas yang lebih tinggi, karena Tuhan itu Maha Tinggi dan meninggikan.

3. Ujian itu mencoba untuk menguji apa yang sudah kita katakan pada orang lain, apakah kita dapat sesuai dengan apa yang kita ucapkan pada orang lain.

Apakah ada korealsi antara nilai yang baik di sekolah dengan kualitas kehidupan yang baik?Orang yang nilainya jelek pun dapat baik kualitas kehidupannya, jika ada penyesalan karena ada orang yang nilainya tinggi tapi tidak baik dalam pergaulan. Jika saat sekolah Anda tidak banyak belajar, maka saat keluar dari sekolah perbaikilah dengan penyesalan-penyesalan yang Anda miliki dan kehidupan Anda akan menjadi lebih baik.

Saat ujian ada beberapa faktor kesuksesan salah satunya adalah keberuntungan. Itu urusan Tuhan. Sebenarnya saat kita menghadapi kehidupan ini ada jatah kita gagal dan sukses. Untuk mencapai titik kesuksesan maka kita harus mmenghabiskan jatah gagal kita sebelum kita sukses, maka jangan pernah menyesali kegagalan karena artinya kita akan semakin dekat dengan titik kesuksesan kita.

Orang yang berfokus pada nilai maka akan mengabaikan proses padahal proses tersebutlah yang akan menentukan nilai seseorang. Hal yang terpenting adalah proses belajar. Dengan proses belajar tersebut maka akan mengasah keahlian belajar kita. Keahlian belajar adalah keahlian yang lebih penting dari keahlian apapun dalam kehidupan.

 Tujuan kita untuk segera berhasil adalah untuk menjadi pribadi orang yang powerfull untuk memajukan kebaikan dan mencegah kemunkaran secepat-cepatnya. Bisa ataupun tidak bisa pintar yang terpenting adalah prosesnya karena Tuhan terbukti Maha Mengasihi terutama saat-saat kepepet🙂 Jadi jangan pernah khawatir pada hasil.

Kembali ke rasa takut, rasa takut itu menyebabkan kita memaksimalkan kemampuan kita terutama bagi orang-orang yang memiliki target. Dengan target tersebut kita akan merasa tertekan dengan waktu sehingga akan terus belajar untuk memperoleh kesuksesan yang kita inginkan sesuai waktu yang kita targetkan dan yang pasti dengan tertekan kita akan memohon belas kasihan kepada Tuhan, karena sekali lagi, Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang🙂

Belajar bukan menjadikan kita orang yang pandai. Bukan pula untuk menilai kepandaian dan kesuksesan kita. Nikmatilah hidup dengan belajar karena hidup adalah proses belajar dan jadilah pribadi yang sukses dengan terus belajar dalam kehidupan🙂 .

Ini catatan tambahan dari saya🙂 tentang tips belajar efektif 

Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.

Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.

Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.

Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.  Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.

Kerjakan dulu mana yang penting.

Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri.  Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.

Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan).  Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.  Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.

Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut.  Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.

Cari solusi yang lebih baik.

Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut.  Coba cara lainnya.  Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu.   Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

Comments
  1. nurlienda says:

    subhanallah… jzk, mba ^^

  2. Ihfazhillah says:

    walau lum kelar bacanya, tapi husnudzon aja deh…
    dan unjian bukan untuk di tentang tapi untuk di hadapi,,
    jazakillah mb… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s