Wakil Rakyat yang Seharusnya me”wakil” kan Suara Rakyat #1

Posted: April 15, 2011 in Journey of My Life
Tags: , , , ,

Kawan-kawan yang setuju dengan judul di atas bisa merapat kesini =D. Yup,  sudah lama juga saya ngga posting di blog. Bukan murtad bukan juga karena ngga istiqomah buat jadi blogger, tapi lebih dari itu semua, aku cuma pengen apa yang aku posting ini bukan cuma emosi sesaat, atau suatu tindakan yang responsif tapi lebih kepada mencoba merespon seuatu secara lebih proporsional di dunia maya, karena sekali lagi, sampai dunia kiamat, tulisan ini bakal kebaca ma anak cucu cicit dan bisa melahirkan dosa jariyah kalo ngga hati-hati (makanya kalo buat status atau nge tweet dipikir-pikir ya bo), daripada ntar mereka pada malu punya eyang yang responsif  dan 4l4y (halah).

Sebenernya kawan, postingan ini pengen aku posting beberapa hari yang lalu. Sore itu, seperti biasa setelah aku mandi pukul 15.30 aku akan nongkrong di depan benda kotak yang mengeluarkan cahaya (bukan bintang), yaitu TV. Nah, tontonannya apa, apalagi kalau bukan serial dorama Korea atau Jepang. Tapi entah kenapa, setelah pukul 5 kurang 10 (ngga tau kenapa ni stasiun TV ngga menggenapkan acara dorama ini sampai pukul 5, sampai sekarang pun masih tetap bingung, lupakan), aku walking2 ke stasiun TV lain. Nah, ternyata stasiun TV ini menayangkan seseorang yang beliau tuh sama istrinya selama ini tidur alias tinggal di sebuah becak. Pekerjaan bapak itu adalah seorang tukang becak dan tukang tambal ban. Bapak itu, di shooting hidden camera, membantu seorang ibu yang ngga punya kaki dan dimintain tolong buat bawain barang-barangnya nyebrang jembatan penyebrangan. Yah, that’s right, walopun dalam kondisi materi yang terbatas tuh bapak masih mau menolong orang lain dengan apapun yang ia punya (karena sedekah ngga harus berbentuk uang fren). Yang aku kaget dan ngga habis pikir lagi, suami istri itu sudah bertahun-tahun ternyata tinggal di becak dan anaknya bisa tetep sekolah. Luar biasa! Yang jelas kalo makan yah pasti beli dan kalo mandi yah di kamar mandi umum ya kawan2 (jangan kalian pikir mereka ngga mandi  ke sekolah =D).

Merespon fenomena tersebut, aku mencoba mengaitkan dengan berita yang lagi ‘hot’ karena emang bikin kuping kita semua panas. Apalagi kalau bukan soal pembangunan gedung baru DPR yang nilainya mencapai 1,138 trilyun rupiah.  Jika uang tersebut di alokasikan untuk pembangunan maka menurut analisis dapat membangun 32 ribu sekolah, membiayai 22 juta jaminan kesehatan masyarakat miskin, 20 hektar sawah, dan 11.600 rumah sederhana.

Pagi ini pun demikian, dimana pagi-pagi mama aku udah teriak-teriak manggil-manggil aku karena ada berita anak sekolah yang ngga tau di mana lokasinya tiap hari berangkat sekolah melewati sebuah sungai dengan 2 tali, satu buat pegangan dan satu buat pijakan kaki. Pembantu aku pun ikut-ikutan histeris dan secara langsung mengat-ngaitkan dengan pembangunan gedung baru wakil rakyat (benarkah dirimu “wakil” rakyat?). Pembantu aku aja yang sekolahnya ngga tinggi digiring ama berita gituan aja bisa mikir dan mengambil benang merah, masak wakil rakyat yang yah minimal SMA lah ya, ngga bisa mikir  Pak, Bu, anggota dewan yang katanya terhormat. Pagi ini pun saya menonton berita yang menyatakan bahwa Anda mau studi banding ke Eropa. Ampun dah kalian ni ya. Belum selese citra buruk soal gedung baru ini selese, pada mau kabur aja jalan-jalan ke Eropa dan menghabiskan dana lebih dari 1 Milyar.

Satu hal yang pasti, rakyat pun berkuasa atas negara ini. Jangan dikira kami masyarakat intelektual tidak akan bertindak. Apa perlu ketua DPR disidang di pengadilan rakyat? Apa perlu kalian digiring di tengah-tengah lapangan sama mahasiswa-mahasiswa aktivis ( Badan Eksekutif Mahasiswa  Seluruh Indonesia-BEM SI) seperti tragedi ’98? Apa perlu rakyat harus turun ke jalan untuk “mengambil paksa” uang nya yang mau dipakai untu membangun gedung dan studi banding”? Akan terlalu banyak pengorbanan untuk itu semua. Maka dari sekarang janganlah resisten dengan tutup mata dan tutup telinga atas jeritan kami rakyat jelata.

Sekian. Maaf ya kalau bahasa saya kali ini kurang elit. Saya cuma ingin membumi dengan tulisan ini sehingga dapat dikonsumsi untuk semua pihak. Punya solusi?

-Rakyat miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara-

(Pantes aja, kapan habisnya, “dipelihara” terus ama pemerintah -_-“–>ganti dunk kalimat UU nya)

Comments
  1. […] Wakil Rakyat yang Seharusnya me”wakil” kan Suara Rakyat #1 […]

  2. Favian says:

    kalo rakyat turun ==> chaos ==> banyak property rusak ==> perlu duit untuk memperbaiki ==> pake APBN/APBD.

    kalo kata bondan, “ya sudahlah”.😀

    • ummuditya says:

      ya jangan dunk, makanya sebelum rakyat turun harusnya mereka mah sudah sadar diri…hm,mending ditutup aja deh kasus nya. Ganti program sejuta rumah untuk rakyat miskin🙂 pasti rakyat langsung kasih jempol. b ^_^

  3. DICKY S. ZUKHRI says:

    assalamu’laikum,,
    postingan yang subhannallah mbak… ada syair bagus ni mbak untuk DPR…
    DPR,DPR,Ohh DPR!
    Gaji engkau Besar!
    Gedung engkau Lebar!
    Suara engkau Berkoar-Koar!
    Suasana Rapat layak disebut Pasar!
    Semuanya berlagak jadi ahli dan Pakar!
    Yang lain sibuk rapat, engkau malah sibuk buka2 Gambar!
    engaku beralasan, rapat udah mau Kelar!
    Oi, Sadar Sadar Sadar!
    Anda adalah tempat rakyat Bersandar!
    Demi cita2 Besar!!!

  4. DICKY S. ZUKHRI says:

    puisi/syair itu karangan aku sendiri lho mbak,,,wkwkwkwkw

  5. dicqsz says:

    Hehe, bukan tuduhan mbak, beliaunya udh mngakui kan mbak? Hehe…
    Klo yang ada di link itu ya, Wallohu a’lam bisshowab mbak umm… Na’udzubillah…Smoga aja beliau tetap istiqomah…
    Oia, Dan karena keterbatasan kita juga, kita sering lupa n khilaf..^_^

  6. Ummu says:

    emang beliau nge buka…ngebuka email maksudnya🙂 iya dick,amin… makin tinggi pohon emang maikn kenceng angin..hehe

  7. dicqsz says:

    Hahaha, iya mbak umm…
    Wallohu a’lam bisshowab…Phon yang tinggi lagi kuat sekaalipun terkena angin kecil aja bisa tumbang, kalo Allah ngizinin… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s