Padamkan Api Amarahmu!

Posted: February 11, 2011 in Happiness Course
Tags: , ,

Padamkan api amarahmu, bukan api asmaramu! Ada kesamaan dan perbedaan antara Api Amarah dengan Api Asmara.
– Perbedaan: yang satu rasanya menyebalkan, yang satu menyenangkan
– Persamaan: jika ada ditempat yang salah, bisa bahaya.

Marah adalah Bad Master dan Good Servant, sehingga harus dikendalikan. Jika tidak dikendalikan, marah akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Banyak peristiwa yang terjadi saat ini dipicu oleh amarah, seperti peristiwa di Ciekesik, Banten, dan Tumenggung. Latar belakangnya adalah masalah agama, tapi karena ada rasa amarah, orang menjadi brutal. Marah memang membutuhkan pemicu, yang selanjutnya akan membentuk suatu energi.

Jenis-jenis marah:
1. Situational Angry (Marah Situasional): marah karena situasi tertentu
2. Exploded Angry (Marah Meledak): contoh, disalip kendaraan, Anda langsung meledak
3. Accumulated Angry (Marah Akumulati): sudah disimpan, dipicu.
4. Displace Angry (Marah Pengalihan): marah karena sebab lain, tapi munculnya ditempat lain
5. Hidden Angry (Marah Tersembunyi): marah yang tersembunyi tidak dikeluarkan
6. Prolong Angry (Marah Berkepanjangan): marah yang berkelanjutan
7. Pretending Angry (Marah Pura-pura): marah yang disengaja
8. Enjoyed Angry (Marah yang Dinikmati): marah yang dinikmati

Prinsip penting dalam Anger Management:
– Gali dan bereskan dulu akar-akar masalahnya. Bermasalah dengan atasan misalnya, ajak dia bicara, jangan lampiaskan kepada rekan kerja yang lain, atau keluarga di rumah.
– Deteksi kebiasaan kita. Ada pemicu dan biasanya apa yang membuat kita mudah marah, sebaiknya diantisipasi.
– Marah itu seperti eskalator yang naik, makin lama dia akan makin membesar, sehingga harus dihentikan.
– Mengetahui ambang batas kemarahan kita.

Tips dalam Anger Management:
– Cangkul: Gali persoalan utamanya, dan bereskan hal-hal yang berpotensi bermasalah
– Termometer: Cek suhunya, sudah sekitar berapa, ini perlu untuk mengukur rasa marah
– Pluit: Time Out kalau sudah terlalu tinggi, percuma dilanjutkan
– Kaca Pembesar: Cek ricek informasi yang diterima, karena belum tentu benar (hasutan)
– Kacamata: Ubah sudut pandang dalam melihat masalah
– Barber: Alihkan kemarahan dengan balas dendam yang membangun
– Kuitansi: Konmfrontasikan masalah saat Anda sudah tenang, seperti bon makan setelah kenyang

Courtesy:

Smart Emotion

 

Comments
  1. rose says:

    aku paling sering ngalamin marah akumulasi mbak (–“)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s