My Special Family

Posted: December 3, 2010 in Journey of My Life

Tahukah kalian, di fakultas ku, khusus di fakultas ku, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, memiliki tradisi yang unik. Sejak kami menjadi MaBa (mahasiswa baru,red) kami dikelompokkan menjadi 1 keluarga yang berjumlah variatif antara 20-24 MaBa di acara PK2 (sejenis ospek,red). Pertama kali rasa ini asing dicerna oleh telinga. Keluarga. Sapa elo jadi keluarga gue, punya hubungan darah juga kagak, ngaku-ngaku keluarga gue. That’s first impression. Tapi ternyata, hal itu menyimpan makna yang luar biasa dahsyat. Keunikan itulah yang membuat kami merasa satu. Saat harus berbagi, saat harus saling membantu, saat harus saling mengingatkan bukan hanya agar tidak ada anggota keluarga yang terkena hukuman, namun juga untuk menjadi keluarga terbaik(yang ini sedikit pamrih=D). Hal itu terus mendarah daging hingga saat aku aktif di organisasi fakultas, Badan Eksekutif Mahasiswa. Di sana aku menemukan keluarga baru. Kami terdiri dari berbagai macam suku, ada yang Jawa, Kalimantan, Madura, dan Sumatra. Pun agama, ada yang islam dan non islam. Selain itu, perbedaan umur acap kali membuatku salah tingkah saat harus menjadi “bunda” bagi mereka. Aku yang memang tidak memiliki saudara kandung harus belajar menjadi seorang pemimpin, penasehat, kakak, teman curhat, teman belajar dan multi posisi lainnya. Sekaligus tak lupa pula sang menteri yang seolah menjadi pemimpin dalam “rumah tangga” kami dimana aku yang anak tunggal harus belajar berbagi “kekuasaan”  untuk membawa adik-adik staf ke arah yang benar sesuai koridor. Kami tahu kami manusia biasa yang tak dapat dipungkiri kerap memiliki lidah yang lebih tajam dari pedang, kelakuan yang kerap buat kesal hati, dan kebijaksanaan yang kerap menorehkan senyum di pipi dan melekat di memori. Kejadian unik yang mungkin membuat kami belajar untuk menjadi seonggok manusia yang lebih berjiwa saat yang lain rapuh, goyah, bahkan harus di “tampar” untuk membuatnya kembali ke jalam yang lurus. Keluarga bukanlah kelompok. Lebih dari itu, ada rasa yang tak akan pernah tergantikan. Ada rasa yang istimewa dalam hati. Kami keluarga bukanlah kelompok yang hanya berkumpul untuk satu tujuan. Kami disini untuk memenuhi kodrat kami menjadi manusia seutuhnya yang kadang kala mau tidak mau harus berpartisipasi dalam semua kegiatan untuk sekedar “membalas budi”. Sekali lagi,karena kami keluarga kami saling berbagi suka dan duka bahkan di saat yang lain tak tahu bahwa rumah kami sedang goncang kami tetap ada dan bergandengan tangan menerjang badai terbesar. Ya,inilah kami, keluarga bidang kaderisasi BEM FKUB 2009. Bagaimana dengan “keluarga” kalian?^_^

Comments
  1. fajarembun says:

    keluarga EMBUN..*halah hehe..:D

  2. ummuditya says:

    Maaf, blog yang Anda cari tidak ada. Lho koq? salah masukin alamat ni kaykanya… -.-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s