Ini rahasia…=)

Posted: December 3, 2010 in Journey of My Life

Ini rahasia dan sepertinya baru pertama kali kubagikan.Aku mulai berpikir sejenak saat aku meraihnya. Kebiasaan mem”flash back”  ini sebenarnya selalu terjadi tatkala aku dan sahabatku, Meralda, bercerita tentang sesuatu kemudian saat diakhir kami selalu mengungkit, kenapa tadi kita jadi ngomongin  tentang ini ya…Inilah kisahku.
Pencapaian sebagai mahasiswa berprestasi III Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tahun 2010. Pernahkah kau membayangkan akan ada di sana? dipucuk mimpi. Aku pun lupa sejak kapan aku memiliki “ambisi” ke sana. Barangkali saat aku dan Meralda duduk di salah satu kursi di convention hall universitas kami. Saat itu aku dan dia menonton video amatiran karya mahasiswa berprestasi nasional tahun 2006. Namun setelah aku telusuri lebih jauh ternyata kata-kata mahasiswa berprestasi sudah dibasuh ke diriku sejak aku menapaki SMA tepatnya kelas III. Di pagi yang cerah itu, 10 siswa pilihan dari angkatan ku dipilih untuk mengikuti road show yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Di sanalah Pembantu rektor bagian kemahasiswaan mendengung-dengungkan kata mahasiswa berprestasi dan aku pun terhanyut sesaat di sana dan kemudian kata-kata itu hanya menancap di alam bawah sadar dan ikut terbawa arus oleh kesibukan duniawi meraih mimpi masuk ke fakultas kedokteran di antara jutaan siswa kelas III SMA yang juga sedang meraih sejumput mimpi layaknya diriku. Kata-kata itu pun bangkit kembali saat aku menonton video itu dan kemudian saat semester v aku pun “iseng” mengikuti kompetisi mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, namun hanya sampai menjadi nominasi 10 besar saja. Setahun kemudian aku mewujudkannya. Menjadi satu dari tiga yang terbaik. Aku bisa dibilang nekad, karena saat teman-teman yang lain khusyuk menyelesaikan laporan intrenship di stase komunitas(puskesmas) aku malah sibuk dengan karya tulis,slide power point inggris dan indonesia, latihan presentasi sambil komat-kamit menghafalkan materi presntasi layaknya dukun sambil menunggu pasien di puskesmas, psikotes, dan kelengkapan adminstrasi lainnya. Tapi aku pun bersyukur karena setidaknya aku sekarang memiliki satu hal yang dapat kujadikan kebanggaan bagi orang tua ku kelak. Jangan pernah menyepelekan mimpi karena jasad tidak dapat membedakan antara mimpi dan realita. Jadi jangan berpuas dengan realita dan teruslah bermimpi. Walaupun kau tak pernah tahu kapan ia akan terwujud.

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s