Kisah Sebuah Batu Kusam

Posted: September 13, 2009 in Life Motivation

Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seongkok batu dengan warna coklat kusam yang telah di selimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk.
Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan gondamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.

Dibawanya batu itu kerumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Di haluskan permukaannya yang kasar dari batu tersebut dan di poles.

Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya jadilah batu itu batu yang bernilai.

RENUNGAN :

Sebenanya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah kondisi yang kita tidak mampu melawan cobaan. Pukulan gondam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempa kita.

Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datang dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar.

Sekarang mari kita pikirkan, dimanakah posisi kita? Apakah kita seongkok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seongkok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cicin yang memiliki nilai yang mahal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s