Cukup cintai aku dalam diam …
bila dirimu belum siap melangkah lebih jauh
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padaNya …
Cukup cintai aku dalam diam …
Jika kau ingin memuliakanku….
dengan tidak mengajakku menjalin hubungan yang terlarang
Kau pasti tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatiku…
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hati kita
Menghindarkan diri kita dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffah ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padaNya …
Karena mungkin saja orang yang kau cinta ini adalah
Juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu …
Ingatkah dirimu tentang kisah Fatimah dan Ali ?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan …
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan …
Kekuatan harapan …
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata
Hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata …
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?
Dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan
untuk berbicara di dunia nyata
maka biarkan ia tetap diam …
Jika aku memang bukan milikmu…
Toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat …
Biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara dirimu dengan Sang Pemilik hatimu …
Maka….
Cintai aku dalam diam…






Kata Padi, “cinta tak hanya diam” lho..
Semoga ketulusan ada dalam setiap langkah mencintai itu..
@giewahyudi
Kata Padi, “Cinta tak hanya diam..”
@giewahyudi
tapi kata pepatah “diam itu emas” juga lho..hehe..trm ksh blog walkig nya..^_^
subhanallah.. sukak banget mbakk..
apalagi yang bagian,
“Karena dalam diammu tersimpan kekuatan …
Kekuatan harapan …”
diam bukan berarti tidak berharap,. dan diam pun bukan berarti tidak berdoa untuk itu..
hehehe…iya ma…semoga kita semua dapet yang terbaik di waktu terbaik.amin… ^_^
hmmm,,,,
suka bngett dehh,,
setujuuu ma postinganx
Hi, Iras
Terima kasih blog walkingnya… ^_^
kapan2 mampir lagi ya…
assalamu’alaykum. subhanallah, sangat sepakat dengan sajak di atas.
salam kenal mba ummi, ane fildzah PD 2010 ^____^
Hehe…salam kenal…saya ummu ditya erliana…(kl ummi kakak saya=D) smg barokah ya..kunjungannya…
cintai dalam diam.hingga wktu akan berbicara tentang diamnya cinta..:P
hehe…percaya..percaya…bisa dibuat lagu juga tuh akh…=D
hehee..boleh..boleh..
Saya tidak suka “mencintai dalam diam”.
Karena kalau tidak bisa mencinta lebih baik ditinggalkan, buat apa menyediakan slot energi dan pikiran untuk sesuatu yg masih abstrak. Kayak cewek cuma itu aja…Kerjaan masih banyak, prof udah mencak-mencak nagih paper…
hm? ngga sabar ni berarti
ya, berarti belum waktunya mencintai kak. Kerjain paper aja belum kelar. hehe
Mbak Tulisannya sangat inspiratif dan menenangkan hati.
(saya secara tdk sengaja menemukan blog ini ketika search artikel “Arjuna Palsu”, acara MTGW minggu ini)
Jzklh !
iya..sama-sama semoga bermanfaat..terima kasih kunjungannya..
suka mu,,ma postingannya..
seringkali ada kalanya,,saat kita diam ada setan yang menghampiri dan menggoda untuk tidak sekedar diam
hehe..iya tin…oleh karena itu kita harus selalu dekat dengan orang-orang baik, supaya setan ngga mudah menggoda. Domba yang sendiri lebih mudah ditikam. miss u tin…
Menyukai ini ^_^